PAPUA - Harapan baru membuncah di Distrik Gome, Papua. Pemerintah distrik baru-baru ini mengumumkan rencana ambisius untuk menjadikan wilayah ini sebagai pusat pembangunan strategis, sebuah langkah yang disambut hangat oleh masyarakat dan mendapat dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kepala Distrik Gome, Agustinus Murib, membeberkan rencana besar ini dalam sebuah pertemuan hangat dengan personel Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Pos Gome pada Senin, (17/11/2025). Pertemuan yang digelar di kediaman Agustinus ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum krusial untuk membahas masa depan pembangunan dan keamanan distrik.
Dalam percakapan yang penuh optimisme, Agustinus Murib menyatakan, “Seluruh pembangunan, baik infrastruktur maupun pusat aktivitas masyarakat, akan dialihkan ke Distrik Gome. Pusat pemerintahan dan ekonomi termasuk pasar akan dipindahkan ke wilayah ini.” Ia menekankan bahwa inisiatif ini lebih dari sekadar pemindahan fisik; ini adalah upaya mendalam untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, kondusif, dan penuh kesejahteraan bagi seluruh warga.
“Kami berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Kehadiran pos-pos TNI di Gome menjadi pilar penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, ” tambah Agustinus, menyoroti peran vital TNI dalam mewujudkan Gome yang damai.
Menanggapi harapan tersebut, Komandan Pos Gome, Lettu Inf Na’im Aryo, menegaskan komitmen penuh Satgas Yonif 700/WYC. “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Gome dalam menyongsong kemajuan, ” ujarnya dengan mantap. Ia menambahkan, “Dengan komunikasi yang baik bersama pemerintah distrik, kami yakin Gome dapat tumbuh sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi.” Sinergi yang terjalin erat antara TNI dan pemerintah distrik ini menjadi fondasi kuat demi percepatan pembangunan dan penguatan keamanan.
Bahkan, pucuk pimpinan operasi turut memberikan arahan tegas. Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menekankan pentingnya pendekatan keamanan yang humanis dan terintegrasi dalam pembangunan Papua. “TNI dan Polri tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap kelompok separatis, tetapi juga aktif membangun pendekatan sosial dan teritorial. Keamanan adalah aspek krusial dalam mewujudkan kesejahteraan di Papua, ” jelasnya.
Mayjen TNI Lucky Avianto lebih lanjut menggarisbawahi peran prajurit di lapangan. “Setiap prajurit TNI harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah tertinggal, dan menjamin hadirnya rasa aman. Kami hadir dengan senjata, tetapi juga dengan hati dan kepedulian demi Papua yang lebih aman dan sejahtera, ” tegasnya, menggambarkan niat tulus TNI untuk bersama rakyat membangun negeri.
Langkah bersama antara TNI dan pemerintah Distrik Gome ini membuka era baru pembangunan di jantung Papua. Dengan fondasi keamanan yang kokoh dan dukungan masyarakat yang antusias, Gome diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan yang tidak hanya maju, tetapi juga aman dan tertata. Sinergi ini membuktikan bahwa masa depan Papua dibangun atas dasar kekuatan pertahanan yang berpadu dengan kehangatan, kerja sama, dan tekad kolektif untuk meraih kemajuan.
(jurnalis)


















































