INTAN JAYA - Suasana khidmat memenuhi Gedung Gereja GKII Antiokhia di Kampung Yokatapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Minggu (30/11/2025). Sebanyak 10 personel TNI dari Tim Kewilayahan (TK) J2 Satgas Pamtas RI–PNG Mobile hadir dan mengikuti ibadah Minggu bersama jemaat setempat menandai pendekatan humanis aparat teritorial menjelang perayaan Natal 2025 di wilayah pegunungan Papua.
Ibadah yang diiringi lantunan pujian dan doa berlangsung tertib dan penuh keakraban. Personel TNI tampak duduk berdampingan dengan warga di bangku gereja, mengikuti liturgi tanpa sekat antara seragam dan jemaat.
Bapel (Bintara Pelayanan) TK J2 Sertu Juwanto, yang memimpin kehadiran personel di dalam gereja, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam ibadah adalah komitmen personal dan institusional merawat kedamaian sosial.
“Kami datang bukan hanya sebagai prajurit, tetapi sebagai saudara. Ibadah hari ini mengingatkan kami bahwa kasih dan persatuan adalah fondasi utama hidup berdampingan di Intan Jaya, ” ujar Sertu Juwanto usai ibadah.
Komandan TK J2 Kapten Inf Nanang Muhtar menjelaskan, konsolidasi damai menjelang Natal dilakukan lewat penguatan relasi sosial-keagamaan, bukan hanya aspek keamanan.
“Menjelang bulan Natal 2025, kami ingin memastikan suasana damai dan penuh kasih dirasakan seluruh masyarakat Intan Jaya. Melalui ibadah bersama, kami berharap persaudaraan makin erat dan kedamaian berjalan berkelanjutan, ” tegas Kapten Nanang.
Akademisi sekaligus pemerhati isu perdamaian Papua, Dr. Sofia Wandik dari Pusat Studi Perdamaian Papua, menilai langkah ini relevan dan berdampak signifikan di wilayah rawan friksi sosial.
“Kebersamaan dalam ruang ibadah memiliki kekuatan moral dan simbolik yang sulit digantikan program lain. Kehadiran TNI di gereja bukan dominasi peran, tetapi berbagi ruang kepercayaan. Inilah modal sosial damai yang sesungguhnya, ” ujar Dr. Sofia
Pendeta GKII Antiokhia Yokatapa, Pdt. Obed Tabuni, menyambut baik partisipasi TNI sebagai bagian dari membangun ketenangan psikologis warga menjelang Natal.
“Kami melihat niat baik mereka dari sikap, bukan dari pidato. Duduk bersama jemaat adalah pesan bahwa damai di kampung dimulai dari hati yang bersedia menyatu, ” ucapnya.
Kehadiran TNI dalam ibadah di Yokatapa menggambarkan bahwa pengamanan wilayah berjalan paralel dengan pengamanan harmoni sosial. Warga dan prajurit pun melangkah menyambut Natal 2025 dengan satu pesan bersama: Damai dijaga lewat doa dan tindakan.


















































