Kasdam Diponegoro Pimpin Upacara, Pangdam Soroti Ancaman Hoaks dan Disiplin Prajurit

5 hours ago 2

SEMARANG - Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dari aspek militer, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, disinformasi, dan berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan nasional. Karena itu, seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kodam IV/Diponegoro diminta meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kewaspadaan dalam menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., saat memimpin Upacara Bendera Bulanan di Lapangan Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Rabu (17/6/2026).

Upacara tersebut diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Makodam IV/Diponegoro sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan penguatan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras seluruh personel yang selama ini telah mendukung keberhasilan berbagai tugas satuan.

"Semangat pengabdian, profesionalisme, integritas, dan moralitas harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas, " tegas Pangdam dalam amanat yang dibacakan Kasdam.

Pangdam menegaskan bahwa dinamika global yang semakin kompleks menuntut seluruh personel TNI AD untuk memiliki kepekaan dan kewaspadaan tinggi terhadap berbagai ancaman nonmiliter.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu, disinformasi, hingga provokasi di ruang digital dapat mengganggu stabilitas sosial dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun institusi negara apabila tidak disikapi secara bijak.

"Seluruh prajurit dan PNS harus memiliki kesadaran serta kepedulian dalam menjaga stabilitas nasional dan kepercayaan publik. Jangan mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, " pesan Pangdam.

Selain isu keamanan nonmiliter, Pangdam juga menaruh perhatian terhadap masih adanya pelanggaran hukum dan disiplin yang melibatkan oknum personel. Di sisi lain, tingginya angka anggota yang meninggal dunia akibat kecelakaan maupun penyakit kronis menjadi perhatian serius pimpinan.

Untuk itu, seluruh komandan satuan diminta meningkatkan pengawasan, pembinaan, serta kepedulian terhadap kondisi prajurit di lapangan.

"Peran pimpinan satuan sangat penting dalam memastikan anggota mendapatkan pembinaan yang optimal, termasuk akses pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat guna menjaga kesiapan personel, " ujar Pangdam.

Dalam amanatnya, Pangdam juga menginstruksikan seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk mengoptimalkan pelaksanaan program kerja serta penyerapan anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026 secara akuntabel, transparan, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan.

Ia menekankan bahwa tata kelola organisasi yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga kredibilitas institusi sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Pangdam turut memberikan apresiasi kepada seluruh satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro yang telah berkontribusi dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Beberapa program yang mendapat perhatian antara lain pembangunan dapur sehat untuk masyarakat, pendampingan serapan gabah petani, pembangunan Kawasan Distribusi Komoditas dan Mitra Pangan (KDKMP), hingga pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah.

Mengakhiri amanatnya, Pangdam kembali mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, satuan, dan institusi TNI AD dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum serta menggunakan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.

"Jadilah prajurit yang profesional, adaptif, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Jaga nama baik institusi melalui sikap, perilaku, dan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara, " tutupnya.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |