Kekeringan Melanda Dugu-Dugu, Satgas Yonif 742/SWY Susuri Sungai Temui Warga

4 days ago 6

LANNY JAYA - Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema menembus medan sulit untuk menemui warga Kampung Dugu-Dugu, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, yang terdampak kekeringan dan krisis pangan. Selain patroli keamanan, prajurit juga menggelar komunikasi sosial (Komsos) dan pemeriksaan kesehatan, Selasa (25/8/2026).

Patroli tersebut dipimpin Dantimpur 1 TK Andugume Letda Inf I Wayan Agus Wijana bersama 12 personel gabungan pengamanan dan kesehatan. Tim harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer dengan menyusuri serta menyeberangi sungai karena akses jembatan di wilayah tersebut terbatas.

Setibanya di Kampung Dugu-Dugu, prajurit menyambangi warga dari honai ke honai. Mereka berdialog untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus memberikan pemeriksaan kesehatan dasar kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dilakukan ketika masyarakat setempat menghadapi dampak kekeringan panjang yang berimbas pada ketersediaan pangan. Sejumlah warga menyampaikan kondisi mereka kepada prajurit saat kegiatan berlangsung.

Mama Lusiana Talenggen, salah seorang warga, mengungkapkan keluarganya mengalami kesulitan pangan akibat kekeringan dan mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Sementara Bapa Yafet Talenggen menyampaikan dirinya bahkan mempertimbangkan untuk mengungsi ke wilayah Yambi guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebelumnya, ia mengaku telah menerima bantuan dalam jumlah terbatas dari pihak gereja setempat.

Danpos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han.), mengatakan kondisi medan tidak menjadi penghalang bagi prajurit untuk menjangkau masyarakat.

“Jarak tempuh sejauh tujuh kilometer dengan menyusuri dan menyeberangi arus sungai tanpa akses jembatan yang memadai tidak menyurutkan semangat prajurit. Kami menyapa warga dari honai ke honai untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memberikan rasa aman, ” ujar Kapten Aditya.

Pendeta Talinus Talenggen, tokoh agama setempat, menyambut positif kedatangan Satgas. Ia berharap prajurit lebih sering mengunjungi Kampung Dugu-Dugu sehingga warga merasa lebih tenang di tengah situasi kekeringan yang mereka hadapi.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan pendekatan humanis menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas di wilayah Papua Pegunungan.

“Kehadiran prajurit kami di tanah Papua bukan semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat. Di tengah bencana kekeringan yang melanda Wano Barat, kami hadir untuk mendengar dan membantu keluhan kesehatan mereka serta memastikan negara selalu ada untuk masyarakat Papua Pegunungan, ” tegas Letkol Dedi.

Di tengah kegiatan sosial tersebut, aspek keamanan tetap dilakukan. Personel Satgas juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik di sepanjang rute patroli, termasuk pemeriksaan empat honai yang berdasarkan informasi lapangan dicurigai pernah digunakan sebagai tempat persinggahan kelompok bersenjata.

Kondisi geografis yang berat dan keterbatasan komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi prajurit. Namun, Satgas Yonif 742/SWY menyatakan patroli keamanan dan pendekatan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Dari Kampung Dugu-Dugu, patroli tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan sekaligus mendengar persoalan warga menjadi dua hal yang berjalan beriringan. Di tengah kekeringan dan keterbatasan akses, prajurit berupaya membangun komunikasi bersama tokoh masyarakat dan agama untuk menjaga situasi tetap aman serta mendukung masyarakat menghadapi kesulitan.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |