LANNY JAYA - Dampak kekeringan dirasakan warga di Kampung Dugu-Dugu, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Kondisi tersebut mendorong Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema melakukan patroli yang dirangkaikan dengan kegiatan kemanusiaan, Selasa (1/9/2026).
Patroli dilakukan personel Pos Titik Kuat (TK) Andugume dengan menyusuri sejumlah kampung. Dalam kegiatan tersebut, prajurit juga melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Pembinaan Teritorial (Binter) terbatas untuk mengetahui kondisi warga di wilayah penugasan.
Dari hasil patroli, personel menemukan sejumlah honai dalam kondisi tidak berpenghuni. Menurut keterangan Satgas, sebagian warga telah berpindah sementara ke Kota Tiom dan Kampung Agandugume untuk mencari bahan makanan.
Sementara itu, sebagian warga lainnya masih berada di sekitar kebun dan tempat ibadah. Personel kemudian mengajak warga yang ditemui untuk datang ke Pos TK Andugume guna menerima bantuan bahan pokok yang telah disiapkan Satgas.
Patroli dipimpin Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 3 TK Andugume, Sertu Nasrul Wahab, bersama 14 personel.
Rute patroli mencakup Kampung Andugume, Kampung Nenggeya, Kampung Dugu-Dugu, hingga Kampung Tenawi.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemantauan situasi wilayah. Personel juga berdialog dengan masyarakat dan tokoh setempat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi warga di tengah kekeringan.
Di beberapa lokasi, seperti Kampung Tenawi, personel tidak menemukan warga karena berdasarkan informasi Satgas, masyarakat telah mengungsi.
Interaksi berlangsung di sekitar Gereja Ninggea Dugu-Dugu. Di lokasi tersebut, personel bertemu Pendeta Dombenus Murib bersama warga.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Koops TNI Habema, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengatakan bantuan tersebut merupakan respons Satgas terhadap kondisi warga yang menghadapi kesulitan pangan akibat kekeringan.
“Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan semata-mata untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk merangkul dan membantu saudara-saudara kita yang sedang kesusahan. Bencana kekeringan ini adalah duka kita bersama, ” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Ia menambahkan, jajaran Satgas telah diarahkan untuk membuka akses bantuan melalui Pos TK Andugume.
“Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Pos TK Andugume, untuk membuka pintu lebar-lebar dan menyalurkan bantuan sembako, ” lanjutnya.
Menurutnya, koordinasi dengan masyarakat dan tokoh setempat diperlukan agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang membutuhkan.
Danpos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han)., mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan patroli.
Personel harus melewati medan yang sulit, termasuk menyeberangi aliran sungai, untuk mencapai sejumlah lokasi dan melihat kondisi masyarakat secara langsung.
“Medan yang menantang serta aliran sungai yang harus diseberangi tidak menyurutkan langkah prajurit kami untuk melihat langsung kondisi warga dari honai ke honai, ” ujar Kapten Aditya.
Ia mengatakan personel juga menyampaikan kepada tokoh agama dan masyarakat bahwa warga dapat datang ke Pos TK Andugume untuk memperoleh bantuan yang telah disediakan.
“Sembako sudah kami siapkan, masyarakat tidak perlu ragu atau takut untuk datang ke pos kami, ” katanya.
Kondisi kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian menjadi perhatian dalam patroli tersebut. Satgas menyatakan akan melanjutkan pemantauan dan berkoordinasi dengan kepala kampung serta tokoh agama dan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi warga dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Satgas Yonif 742/SWY juga akan melaksanakan patroli secara berkelanjutan di wilayah tugas Pos TK Andugume.
Di tengah kondisi alam yang sulit, patroli Satgas di Wano Barat tidak berhenti pada pemantauan keamanan. Prajurit turun menemui warga, mendengar kondisi mereka, dan membuka akses bantuan melalui Pos TK Andugume.
(Agung)















































