YAHUKIMO - Interaksi sederhana antara prajurit dan warga menjadi bagian dari kegiatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir di Kampung Kokamu, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9/2026).
Pada kegiatan tersebut, sejumlah warga menawarkan hasil kebun kepada prajurit Satgas. Beragam sayuran dan bahan pangan lokal dibawa warga untuk dijual secara langsung.
Prajurit kemudian membeli hasil kebun yang ditawarkan masyarakat. Aktivitas tersebut berlangsung di tengah kegiatan warga sehari-hari dan menjadi ruang interaksi langsung antara personel Satgas dengan masyarakat Kampung Kokamu.

Bagi masyarakat setempat, hasil kebun menjadi salah satu komoditas yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Transaksi langsung dengan prajurit menjadi kesempatan bagi warga untuk menjual hasil pertanian yang mereka bawa.
Di sisi lain, kegiatan tersebut dimanfaatkan prajurit untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Percakapan berlangsung secara sederhana saat proses jual beli hasil kebun.
Interaksi seperti ini menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial yang dilakukan personel Satgas selama menjalankan tugas di wilayah Yahukimo.
Tidak ada kegiatan besar dalam pertemuan tersebut. Namun, perjumpaan langsung antara prajurit dan warga membuka ruang komunikasi mengenai aktivitas keseharian masyarakat.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., mengapresiasi dedikasi personel dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ia menekankan agar setiap prajurit tetap mengedepankan kesiapsiagaan dan prosedur operasional ketika melaksanakan tugas.
“Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kesiapsiagaan serta mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegas Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Menurutnya, pelaksanaan tugas di wilayah penugasan harus tetap dilakukan secara profesional dengan memperhatikan aspek keamanan dan prosedur yang berlaku.

Kegiatan pembelian hasil kebun warga Kampung Kokamu memperlihatkan bagaimana interaksi sehari-hari dapat menjadi ruang komunikasi antara prajurit dan masyarakat.
Bagi Satgas Yonif 5 Marinir, kehadiran di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal. Menyapa warga, berkomunikasi, dan berinteraksi dalam aktivitas keseharian menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan selama penugasan.
Kegiatan di Kampung Kokamu berlangsung dengan tertib. Prajurit selanjutnya melanjutkan pelaksanaan tugas di wilayah penugasan Yahukimo.
(Agung)















































