Kepala BGN soal Keracunan MBG Sidoarjo: Ini Kelalaian yang Disengaja

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan kasus keracunan massal santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kelalaian yang disengaja.

"Ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklak-juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan tapi Anda lalai dalam melaksanakan. Ini namanya kelalaian yang disengaja," kata Sudaryono dalam unggahannya di Instagram, Kamis (3/9).

Sudaryono menekankan ia tak pandang bulu apabila ditemukan dugaan unsur pidana dalam kasus semacam ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut ancamannya bukan hanya dicopot dari jabatannya, melainkan juga berpotensi diseret ke ranah hukum.

"Bukan hanya dicopot, bukan hanya dipecat. Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu," ucap dia.

Sudaryono menyampaikan kronologi kasus keracunan tersebut bermula saat ahli gizi dan SPPG terkait tidak melabeli semua omprengnya.

Ia mengatakan dalam kasus itu, dari sekian banyak ompreng yang diberikan ke penerima manfaat, hanya satu yang diberikan label.

Sudaryono menyampaikan di label itu memuat sejumlah informasi, salah satunya adalah jam makanan matang.

[Gambas:Instagram]

Dalam kasus ini, Sudaryono menyebut makanan matang pada pukul 05.00 pagi, sehingga harus dikonsumsi sebelum pukul 09.00 pagi.

Namun di pelabelan itu dilaporkan bahwa makanan matang pada Pukul 8.00 pagi dan dimakan maksimal pada Pukul 10.00.

"Yang menjadi kenyataannya ya di lapangan, itu ompreng yang harusnya dimakan sebelum jam 10.00 dikirim ke sekolah di atas jam 11.00. Kalau tidak salah 11.30 apa 11.40. Baru dimakan di atas jam 12.00 oleh para siswa itu sehingga keracunan massal terjadi," ujar dia.

Sudaryono pun menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk taat kepada juklak dan juknis yang ada.

Ia memerintahkan untuk seluruh SPPG memberikan label dan mengisi datanya dengan benar, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Keracunan makanan yang ada di yang terjadi di Sidoarjo kemarin, permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo," ucapnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, Rafli Ridho sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa dugaan keracunan ratusan santri dan siswa usai menyantap MBG, Selasa (1/9).

Rafli mengatakan, dirinya menyesal telah mengakibatkan 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hakim dan pelajar di 19 lembaga pendidikan lainnya mengalami keracunan usai menyantap MBG yang diolahnya.

"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, Rabu (2/9).

(mnf/gil)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |