Komsos TNI di Holomama Bawah: Jembatani Sukacita Natal Lewat Hati, Bukan Jarak

1 day ago 16

INTAN JAYA - Sore di lembah Holomama Bawah, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Sabtu (29/11/2025), menyajikan potret pendekatan keamanan yang berbeda di belantara pegunungan Papua. Sepuluh personel TNI dari Tim Titik Kuat (TK) Mamba Kotis, di bawah komando Letda Inf. Alpin D. Siagian, tak sekadar berpatroli. Mereka justru menggelar Komunikasi Sosial (Komsos), sebuah dialog hangat yang melibatkan warga dan tokoh adat setempat, Melkianus Sani (47), di halaman honai komunitas kampung itu. Duduk melingkar tanpa sekat formal, percakapan mengalir membahas peliknya ketahanan ekonomi keluarga, kebutuhan sandang di tengah musim pancaroba, hingga cara menghadapi dingin ekstrem yang kerap mengancam kesehatan.

Tak hanya bertukar cerita, tim TNI juga membawa kehangatan Natal. Topi Sinterklas dibagikan untuk anak-anak, sementara 18 keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan pakaian layak pakai. Sebuah gestur sederhana namun penuh makna, menunjukkan kepedulian yang mendalam.

“Segmen keamanan di Papua tidak bisa berdiri sendiri. Stabilitas dimulai dari rasa percaya, dan itu dibangun lewat komunikasi. Menjelang Natal, kami juga memastikan anak-anak dan keluarga punya sandang layak di momen sukacita, ” ujar Letda Inf. Alpin D. Siagian, Dan Titik Kuat (TK) Mamba Kotis, kepada media usai kegiatan. Beliau menekankan bahwa strategi teritorial ini dipadukan dengan dukungan sosial, terutama di momen keagamaan yang sakral.

Pandangan senada datang dari akademisi kajian kawasan 3T Universitas Cenderawasih, Dr. Laurenzus Kogoya. Ia menilai Komsos yang digagas komando teritorial TNI ini berperan sebagai lapisan pencegahan konflik sosial, terutama saat agenda keagamaan besar berlangsung.

“Ini bukan kampanye, ini intervensi sosial berbasis konteks wilayah. Ketika prajurit turun sebagai komunikator, mendengar langsung warga, itu menutup ruang propaganda, meredam ketegangan, sekaligus memperkuat social bonding komunitas, ” jelasnya.

Di hadapan para prajurit dan warga, Melkianus Sani, yang kerap menjadi penengah adat di Sugapa, mengapresiasi bantuan tersebut. Baginya, ini bukan sekadar barang, melainkan sinyal kuat adanya perhatian dari institusi negara di kampung terpencil ini.

“Kami bicara soal kampung, masa depan anak, dan ketenangan Natal. Prajurit datang bawa hormat, bukan curiga. Pakaian dan topi untuk anak-anak ini membantu kami menyambut Natal dengan hati ringan. Kami siap sama-sama jaga kampung tetap damai, ” tuturnya dengan tulus.

Kegiatan Komsos ini juga menghadirkan testimoni dari para ibu di kampung. Mama Yuliana Ndiken (37), salah satu penerima bantuan pakaian layak pakai, merasa gembira atas dialog tatap muka yang jarang terjadi di kampungnya.

“Selama ini yang datang hanya kabar, bukan tatap muka. Hari ini kami bicara langsung, disapa nama, keluhan kami dicatat. Itu yang paling bikin kami tenang, ” ungkapnya, matanya berbinar.

Satgas berencana akan mengonsolidasikan hasil dialog Komsos ini dalam pertemuan tindak lanjut bersama pemerintah distrik. Tujuannya untuk memetakan dukungan lanjutan yang akan diberikan pada Desember mendatang. Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan disambut hangat oleh seluruh elemen kampung, tanpa terganggu oleh hambatan cuaca ekstrem.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |