Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak angkat suara terkait siswi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga hilang ingatan usai mendapat perawatan di rumah sakit.
Ia menjelaskan, siswi yang bernama Febiona Purba (16) itu sudah bisa komunikasi bahkan bercerita dengan baik.
"Sepengetahuan kami selama mendampingi yang bersangkutan di RS Haji saat kunjungan, orang tua pernah menyampaikan hal tersebut. Namun tim kami yang mendampingi melaporkan kondisi yang bersangkutan per hari sampai kepulangan ke Karo, yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat menceritakan pengalamannya," ucap Donal dikutip dari detikSumut, Rabu (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Donal, orang tua Febiona yakni Elvinus sempat mengadu bahwa Febiona mengalami hilang ingatan saat dirawat di RSU Haji Medan. Donal kemudian bertemu dengan Febiona di RSUP Adam Malik Medan. Donal mengatakan bahwa Febiona sudah bisa berbicara dengan baik.
"Saat kami ketemu lagi tanggal 8 September di RS Adam Malik, yang bersangkutan masih mengenal kami dan kami berbicara dengan baik," kata Donal.
Ia juga menjelaskan pihak KPPG beserta Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus memantau kondisi Febiona yang sempat mengalami hilang ingatan diduga akibat terindikasi keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Pada prinsipnya kami terus memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan, pimpinan kami Kepala BGN terus memperhatikan kondisi kesehatan korban siswa," imbuh Donal.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap kondisi terkini Febiona, terutama pada kondisi perut dan sarafnya. Ia menegaskan bahwa Febiona harus diperiksa secara menyeluruh.
"Dan juga kita rekomendasi dari psikologisnya juga, kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah ada trauma atau segala macam, dan ini mengganggu mental dan segala macam. Ini juga kita ikut periksa. Jadi seluruhnya bukan hanya sakit medis, tapi yang lain juga kita periksa," ujar Bobby.
Adapun pihak lain yang turut memantau kondisi Febiona adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus. Zulkarnain mengaku ia juga sudah menerima laporan terkait kondisi terkini Febiona.
"Ya, saya baru konfirmasi kepada kepala sekolah kita. Laporan kepala sekolah kemarin dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk dilakukan EEG," ucap Zulkarnain.
Ia menambahkan bahwa turut prihatin dengan kondisi korban dan berupaya saling koordinasi dengan pihak sekolah agar korban dapat kembali secepatnya ke sekolah usai penyembuhan.
"Tadi kita sampaikan ke sekolah agar selalu berkoordinasi dengan orangtua, apabila anak kita sudah siap untuk bersekolah kita akan bantu fasilitasi sebaik mungkin. Kita sangat prihatin dengan kondisi anak kita ini," ucapnya.
Sebelumnya,seorang siswi mengalami keracunan akibat Makanan Bergizi (MBG) hingga hilang ingatan di Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Korban yang diketahui bernama Febiona (16) ini mengalami gangguan ingatan usai dirawat selama 3 hari di rumah sakit. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh orangtua korban Elvinus Lusiana Sitanggang (49).
"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," jelas Elvinus pada Senin (7/9), dikutip detiksumut.
Elvinus menyebut bahwa anaknya tidak dapat mengenali orang-orang di sekitar, seperti keluarga dan teman-teman sekelas. Pada awalnya, ia tidak menerima laporan gangguan ingatan yang dialami anaknya, tetapi ia baru mengetahui hal tersebut ketika Febiona sudah dirawat inap.
Padahal, menurut Elvinus, Febiona merupakan anak yang berprestasi di kelasnya. Hal itu dibuktikan karena Febiona sering mendapat ranking pertama di kelas. Selain itu, Febiona juga menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.
Saat ini, kondisi fisik Febiona masih belum pulih. Hal ini yang menyebabkan Febiona masih belum dapat masuk ke sekolah. Dikabarkan lidah Febiona agak sedikit masuk ke dalam yang membuatnya sulit bicara.
Elvinus menyebut, dirinya dan Febiona sudah mendatangi poli psikiatri dan baru menerima obat dari neurologi.
Elvinus juga masih harus membawa Febiona bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat hingga kini. Ia menegaskan agar anaknya dikasih pengobatan yang tepat sehingga tidak lagi bolak-balik ke rumah sakit.
(knf/isn)

4 hours ago
5

















































