Lebak — Pada hari Jum’at, 21 November 2025, Danramil 0306/Leuwidamar Kodim 0603/Lebak Kapten Inf Paino menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam rangka Penanaman Pohon Vegetasi untuk Mitigasi, bertempat di SDN 2 Cisimeut dan Bantaran Sungai Cisimeut, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut dipimpin oleh Penanggung Jawab kegiatan, Bupati Lebak H. Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI–Polri, BNPB, Basarnas, akademisi, serta tokoh masyarakat. Di antaranya:
1. Drs. H. Luthfie Latief, M.Si (Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa dan Tertinggal/Perwakilan Menteri Desa)
2. Ir. H. Budi Santoso, AP., M.Si (Asda II Provinsi Banten)
3. Drs. Halson Naingolan, M.Si (Pj. Sekda Lebak)
4. Dra. Andi Eviana, M.Si (Deputi Logistik dan Peralatan BNPB)
5. Agus Hardja Santana, A.K., M.M. (Inspektur II BNPB)
6. Berton Suar Pelita Panjaitan, S.K.M., M.H.M., Ph.D (Direktur Peringatan Dini BNPB)
7. Brigjen TNI (Purn) Yan Namora (Tenaga Ahli BNPB)
8. Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si (Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten)
9. Alkadri, S.I.P (Asisten Daerah I Kabupaten Lebak)
10. AKBP Erwin Harahap, S.H (Kaposda Lebak BIN Daerah Banten)
11. Irma Dewi Rismayati, S.IP., M.A (Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Kerja Sama)
12. Pdt. Drs. Jonathan Victor (Unsur Pengarah BNPB)
13. Nur Isrodin Muchlisin, S.Pd., M.M (Direktur Kesiapsiagaan Basarnas)
14. Dr. M. Nawawi Fathullah, M.Pd.I (Tenaga Ahli Madya KSP)
15. Rini Asniar K., S.Hut., M.M (Kasubbag TU Balai Pengelolaan DAS Citarum–Ciliwung)
16. Agung Nugraha, SKM., MM (Plt. Camat Leuwidamar)
17. Kapten Inf Paino (Danramil 0306/Leuwidamar)
18. Iptu Tjik Denmark (Kapolsek Leuwidamar)
19. Juhedi Edin (Kepala Desa Cisimeut)
20. Serta para tamu undangan lainnya.
POKOK-PERNYATAAN SAMBUTAN
1. Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. (Kepala BNPB) — melalui Zoom
Dalam sambutannya, Kepala BNPB menekankan bahwa:
Indonesia mengalami lebih dari 3.000 kejadian bencana setiap tahun, dan 93% merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Upaya pencarian korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara masih terus dilakukan.
Penanaman vegetasi merupakan bagian penting dari mitigasi bencana.
Hari ini, secara nasional ditanam 216.070 batang pohon dengan melibatkan sedikitnya 2.980 personel dari relawan, TNI, dan Polri.
Untuk wilayah Banten, tersedia 14.500 bibit yang terdiri dari pohon keras dan pohon buah bernilai ekonomi.
Penanaman pohon pada Hari Pohon Sedunia harus menjadi pengingat agar masyarakat terus membangun infrastruktur hijau demi ketahanan lingkungan.
2. Ir. Medrilzam, M.Prof., Econ., Ph.D (Deputi Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI) — melalui Zoom
Beliau menekankan bahwa
Longsor menyumbang 34% kejadian bencana nasional, disusul puting beliung dan banjir.
Vegetasi berperan penting dalam memperkuat struktur tanah serta mengurangi risiko bencana.
Penanaman tidak hanya berupa pohon keras, tetapi juga pohon buah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Infrastruktur hijau menjadi solusi penting dan murah dalam mitigasi bencana.
Kerusakan lingkungan di wilayah hulu harus dicegah karena berdampak langsung pada banjir di wilayah hilir seperti Jakarta.
Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak.
3. Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc (Menko PMK) — melalui Zoom.
Dalam arahannya, Menko PMK menyampaikan:
Penanaman vegetasi adalah langkah penting menjaga lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kualitas udara.
Kegiatan ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya seremoni tahunan.
Indonesia sebagai negara katulistiwa harus menjaga tutupan pohon sebagai benteng ekologis nasional.
Penanaman pohon harus menjadi gerakan masyarakat luas, bukan hanya pemerintah.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


















































