YAHUKIMO - Kehangatan terasa di tengah dinginnya pegunungan Papua ketika prajurit Korps Marinir TNI AL menjalin kedekatan emosional dengan warga Kampung Bruto di Distrik Dekai, Yahukimo, Senin (17/11/2025). Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir Pos Keikey hadir menyapa, mendengarkan, dan berbagi cerita dengan masyarakat.
Di tengah kesibukan sehari-hari, para prajurit berseragam loreng tak sungkan larut dalam percakapan akrab bersama warga. Mereka bukan hanya menjaga perbatasan negara, tetapi juga berusaha memahami denyut nadi kehidupan masyarakat di pelosok negeri.
Bakti sosial menjadi wujud nyata kepedulian Satgas Marinir. Setelah sesi dialog yang penuh keakraban, paket sembako diserahkan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara yang merangkul hingga ke sudut-sudut terpencil Papua Pegunungan.
Yosefina Kogoya, seorang warga Kampung Bruto, tak kuasa menahan haru. "Puji Tuhan, sembako ini sangat membantu kami. Kami merasa diperhatikan. TNI Marinir tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menjaga kami. Kami merasa aman dan tidak sendirian, " ungkap Mama Yosefina, matanya berkaca-kaca.
Dukungan serupa datang dari Markus Wali, tokoh adat Kampung Bruto. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas hubungan harmonis yang terjalin. "Kami berterima kasih banyak atas kepedulian Bapak-bapak Marinir. Kami berharap silaturahmi ini terus terjaga. Kehadiran kalian membawa kedamaian bagi kampung kami, " tuturnya dengan tulus.
Komitmen Satgas Pamtas Mobile Yonif 1 Marinir untuk terus hadir di tengah masyarakat ditegaskan oleh Dansatgasnya, Letkol Marinir Siswanto. "Ini adalah langkah untuk mempererat hubungan baik antara Satgas dan warga Papua Pegunungan. Kami ingin menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat di wilayah penugasan, " tegas Letkol Siswanto.
Pendekatan sosial-budaya ini selaras dengan pandangan Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Ia menekankan bahwa keamanan sejati bermula dari hati rakyat. "Tugas utama kita adalah menjamin keamanan. Tapi keamanan yang sejati hanya tercapai bila kita merebut hati rakyat, " ujar Mayjen Lucky.
Mayjen Lucky menambahkan, "Setiap paket sembako, setiap senyum, adalah bagian dari strategi pembangunan. Kehadiran TNI harus membawa kesejukan dan optimisme bahwa Papua adalah rumah bagi kedamaian dan kesejahteraan."
Melalui kegiatan yang sarat empati ini, benih-benih harapan tumbuh di kaki pegunungan Papua. Jembatan hati yang dibangun oleh Marinir di Kampung Bruto menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Papua yang lebih damai dan sejahtera.
(jurnalis)


















































