LANNY JAYA - Pengabdian prajurit TNI di pedalaman Papua tak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan. Di Kampung Andugume, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) menunjukkan wajah humanis TNI dengan menggelar pengobatan keliling dari honai ke honai sekaligus mengibarkan Merah Putih di permukiman warga, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Pos Titik Kuat (TK) Andugume itu menjadi bagian dari patroli keamanan terpadu yang dipadukan dengan Pembinaan Teritorial Terbatas (Bintertas) dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.
Komandan Pos TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han), mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sahabat dan pelayan rakyat.
"Kami tidak hanya melaksanakan patroli untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Kehadiran kami juga membawa pelayanan kesehatan dan semangat kebangsaan kepada masyarakat. Melihat senyum warga yang mendapatkan pengobatan dan kebanggaan mereka saat Merah Putih berkibar di honai-honai adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami, " ujar Kapten Aditya.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan Satgas yang dipimpin Tamtama Kesehatan Praka Sahroni mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemui di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, serta pegal linu yang kerap dialami warga akibat kondisi cuaca dingin dan lembap khas pegunungan Papua.
Selain memberikan obat-obatan, personel Satgas juga mengedukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat. Penyuluhan tersebut mencakup pencegahan malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui penerapan gerakan 3M Plus serta penggunaan kelambu saat beristirahat pada malam hari.
Tak hanya fokus pada kesehatan, prajurit Satgas Yonif 742/SWY juga melakukan pendataan dan pemasangan Bendera Merah Putih di sejumlah honai warga yang belum memiliki bendera. Momen tersebut berlangsung penuh semangat, di mana warga ikut membantu memasang simbol negara di atap rumah mereka.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa operasi yang dijalankan di Papua harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Tugas operasi bukan hanya menjaga setiap jengkal tanah air dari gangguan keamanan. Yang lebih penting adalah bagaimana prajurit hadir untuk merangkul, membantu, dan menjadi solusi atas kesulitan masyarakat. Kegiatan di Andugume mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sesungguhnya, " tegas Letkol Dedi.
Kehadiran para prajurit mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kampung Andugume. Bapa Nggire Wenda mengaku warga merasa diperhatikan karena personel TNI datang langsung ke rumah-rumah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Bapak-bapak tentara datang langsung ke honai kami, mengobati anak-anak dan keluarga yang sakit. Kami merasa aman dan sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan, " ungkapnya.
Senada dengan itu, Bapa Sendy Telenggeng menilai pendekatan yang dilakukan Satgas telah membangun hubungan yang hangat antara masyarakat dan aparat keamanan.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 742/SWY kembali membuktikan bahwa menjaga Papua bukan hanya soal keamanan wilayah, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, pelayanan kesehatan, dan semangat persatuan hingga ke pelosok pegunungan yang sulit dijangkau.
Kehadiran Merah Putih yang berkibar di atas honai-honai warga Andugume menjadi simbol bahwa negara hadir, sekaligus menjadi penguat optimisme masyarakat untuk menyongsong masa depan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.
(PERS)


















































