INTAN JAYA - Menjelang akhir tahun, Kampung Pogapa di Distrik Mugi, Kabupaten Intan Jaya, mulai merasakan semarak Natal. Namun, sebelum lantunan pujian terdengar, sebuah gerakan kebersihan yang penuh makna telah dilaksanakan. Personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (113/JS) dari Pos Pogapa tak segan turun tangan membantu panitia mempersiapkan dua lokasi krusial perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026: landasan Bandara Pogapa dan area Gereja GKII Pogapa.
Pada Jumat, (28/11/2025), suasana di Pogapa diwarnai dengan aktivitas pemotongan rumput liar, pengangkutan sampah, serta penataan lingkungan. Langkah ini diambil demi memastikan jemaat dapat beribadah dengan tenang dan warga dapat merayakan momen pergantian tahun di tempat yang bersih dan layak.

“Keamanan tanpa kenyamanan bukan perlindungan. Kami ingin jemaat beribadah dengan tenang, dan warga merayakan Natal serta Tahun Baru di ruang yang bersih dan layak. Ini wujud bahwa kami hadir untuk menjaga, sekaligus melayani, ” ujar Kapten Inf Kresna Cakra Wijaya, S.Tr.(Han), Komandan TK sekaligus Danpos Pogapa, menekankan komitmen dukungan teritorial dan pelayanan publik di perbatasan.
Kehadiran Satgas 113/JS disambut hangat oleh panitia. Dupius Bagubau (45), Koordinator Kebersihan Panitia Natal–Tahun Baru, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui tantangan medan Pogapa yang membuat pertumbuhan rumput dan penumpukan sampah menjadi isu serius, terutama saat musim angin dan hujan.
“Medan Pogapa bukan mudah. Rumput cepat tumbuh, sampah menumpuk saat musim angin dan hujan. Bantuan 113/JS membuat kami dapat menyiapkan lokasi lebih cepat dan lebih rapi dari jadwal awal. Kami bersyukur, karena ini bukan sekadar dibantu, ini disertai, ” katanya, menggambarkan betapa berharganya dukungan tersebut.
Pendeta Ferdi Wenda, Ketua Klasis GKII Intan Jaya, turut mengapresiasi langkah prajurit TNI tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antara aparat negara dan masyarakat. Ia melihatnya sebagai praktik nyata dari ajaran cinta kasih tanpa batas.
“Injil mengajarkan cinta kasih tanpa batas. Hari ini kami melihat itu dipraktikkan melalui karya-karya kecil, namun nyata. Ini memperlihatkan bahwa pendekatan damai di Papua tidak hanya diucapkan, tetapi dikerjakan bersama rakyat, ” ujar Pendeta Ferdi.
Pendeta Ferdi menambahkan, keterlibatan aparat negara dalam kegiatan keagamaan memiliki dampak sosial yang mendalam, terutama bagi generasi muda. Ia berharap, pemandangan prajurit yang turut serta dalam menjaga kebersihan tempat ibadah dapat menumbuhkan pemahaman baru.
“Ketika generasi mudanya melihat prajurit menyapu halaman gereja mereka sendiri, maka lahir pemahaman baru: bahwa seragam loreng juga bisa menjadi simbol pelindung perayaan iman, bukan jarak, ” tegasnya.
Pos Pogapa, yang beroperasi di tengah tantangan logistik, kini menjadi pusat kolaborasi dalam persiapan perayaan iman terbesar umat Kristiani di kampung itu. Dengan semangat kebersamaan, warga berharap prosesi ibadah dan perayaan pergantian tahun akan berjalan dalam suasana tenang, bersih, aman, dan penuh syukur.


















































