Safari Honai TNI di Yugumuak: Sentuhan Hati Rajut Kepercayaan Papua

2 days ago 3

PUNCAK - Di tengah terjalnya medan Pegunungan Papua, kehadiran personel Pos Agengen dari Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya di Distrik Yugumuak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Jumat (28/11/2025) membawa kisah baru. Melalui program Safari Honai, sebuah inisiatif komunikasi sosial berbasis teritorial, TNI berupaya merajut kembali benang kepercayaan yang mungkin sempat renggang, terutama di kalangan warga yang tinggal terpencil dari jangkauan layanan publik.

Pendekatan yang dipilih terbilang intim dan personal. Tim Satgas mendatangi honai-honai warga, berdialog langsung, mendengarkan setiap keluh kesah, bahkan tak lupa memberikan edukasi ringan seputar kesehatan dan wawasan kebangsaan. Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan upaya untuk menyentuh hati dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan.

“Kami lihat TNI datang bukan membawa jarak, tapi membawa telinga dan hati. Mereka bicara dengan hormat, duduk di honai kami, dan tanya apa yang kami butuhkan. Itu yang bikin kami percaya lagi, ” ujar Kepala Suku Besar Amungkal, Niko Murib (56), dengan nada lega.

Kapten Inf Sahrul Rozi, Danpos Agengen, menjelaskan bahwa strategi ini lahir dari pemahaman mendalam akan kondisi sosial di wilayah tugasnya.

“Keamanan yang paling kuat adalah ketika masyarakat merasa dilihat dan didengar. Safari Honai kami lakukan untuk memastikan tidak ada kekosongan perhatian di wilayah tugas. Kami ingin kehadiran kami dirasakan sebagai perlindungan, bukan sekadar pengamanan, ” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Puncak. Pj. Bupati Puncak, Dr. Benny Tabuni, S.Sos., M.Si., menilai program ini sebagai bagian krusial dari sinergi pemerintah dan TNI.

“Akses dan komunikasi di Yugumuak masih terbatas. Upaya Satgas turun ke honai mempercepat deteksi dini kebutuhan sosial sekaligus memperkuat kohesi. Ini contoh konkret sinergi teritorial yang solutif dan berdampak, ” ungkapnya.

Dampak nyata pun mulai dirasakan di lapangan. Yuliana Wenda (35), seorang guru SD Yarumak sekaligus warga Yugumuak, berbagi pengalamannya.

“Warga lebih tenang berkebun dan anak-anak lebih berani ke sekolah. Ketika Bapak Tentara sering menyapa, rasa takut itu perlahan hilang, ” tuturnya, menggambarkan perubahan suasana yang positif.

Inisiatif Safari Honai ini tidak berhenti di satu kunjungan. Komitmen pendampingan rutin akan dilakukan setiap dua pekan, bahkan termasuk rencana pengecekan kesehatan keliling yang melibatkan tenaga kesehatan lokal. Ini adalah perwujudan nyata dari pendekatan soft power teritorial yang memadukan aspek keamanan, pemulihan kepercayaan, dan penghormatan terhadap budaya lokal, menjadikan Pos Agengen sebagai garda terdepan dalam membangun kedekatan di salah satu sudut terpencil Papua Pegunungan.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |