LANNY JAYA - Suasana hangat menyelimuti Gereja Baptis Jemaat Luarem pada Minggu (23/11/2025) ketika personel Satgas Yonif 408/Sbh Pos Kotis Kuyawage membaur dalam Ibadah Minggu bersama warga di Kampung Luarem, Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah. Di tengah udara dingin dataran tinggi yang khas, ikatan kebersamaan antara aparat keamanan dan jemaat gereja terjalin begitu akrab, menumbuhkan rasa kekeluargaan yang mendalam.
Kehadiran para prajurit TNI di tengah ibadah bukan sekadar penambah rasa aman, namun lebih dari itu, menjadi jembatan emosional yang kuat antara institusi militer dan masyarakat setempat. Duduk berdampingan dalam lantunan doa dan pujian, momen ini membuktikan bahwa harmoni sejati dapat tercipta melalui pendekatan yang tulus dan humanis.
Letda Inf Hendrik, yang mendapat kesempatan berbagi pesan rohani, menekankan betapa vitalnya menjaga persatuan dan menyebarkan kasih dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
“Kami hadir di Papua tidak hanya untuk menjalankan tugas keamanan, tetapi juga untuk menjadi sahabat dan saudara bagi masyarakat. Ibadah bersama ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu dekat dengan warga, ” ujar Letda Inf Hendrik.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan kerohanian yang mulia, Satgas Yonif 408/Sbh turut menyerahkan bantuan berupa Alkitab kepada pihak gereja. Bantuan ini menjadi simbol ketulusan dan kepedulian mendalam Satgas dalam mendukung pelayanan rohani, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas.
Danpos Kuyawage, Kapten Inf Soleh Arifin, mengungkapkan makna mendalam dari kegiatan keagamaan semacam ini bagi seluruh prajurit.
“Beribadah bersama masyarakat adalah sebuah kehormatan. Dari sini kami belajar bahwa tugas TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kedamaian dan cinta kasih di tengah masyarakat, ” tutur Kapten Inf Soleh Arifin.
Pendeta Ones Tabuni, yang memimpin jemaat Gereja Baptis Luarem, menyampaikan apresiasi yang tulus atas kehadiran personel Satgas.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Satgas dalam ibadah hari ini. Kehadiran mereka membawa ketenangan dan semangat baru bagi jemaat. TNI bukan hanya penjaga keamanan, tetapi sudah menjadi keluarga bagi kami di Luarem, ” ungkap Pendeta Ones Tabuni.
Kegiatan ibadah bersama ini menjadi saksi bisu bagaimana pendekatan humanis TNI melalui pelayanan dan kebersamaan mampu mempererat hubungan tak terpisahkan antara Satgas dan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedamaian yang hakiki di wilayah pegunungan Papua yang indah.


















































