Satgas Yonif 5 Marinir Berbagi Nasi dan Camilan, Dekatkan Prajurit dengan Warga Yahukimo

19 hours ago 11

YAHUKIMO - Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir memanfaatkan patroli di Kampung Bruto, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, untuk membangun komunikasi lebih dekat dengan masyarakat. Selain menyapa warga, prajurit juga membagikan nasi bungkus dan camilan kepada masyarakat serta anak-anak yang ditemui, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan di sela pelaksanaan tugas pengamanan wilayah. Personel Satgas menyambangi rumah-rumah warga dan berinteraksi secara langsung untuk mendengarkan kondisi masyarakat sekaligus mengetahui situasi keamanan di lingkungan sekitar.

Pendekatan secara langsung menjadi bagian dari upaya prajurit membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dialog sederhana dilakukan dalam suasana kekeluargaan sehingga warga dapat berkomunikasi dengan personel Satgas secara terbuka.

Di tengah interaksi tersebut, prajurit membagikan nasi bungkus kepada masyarakat. Sementara anak-anak yang ditemui sepanjang perjalanan mendapatkan camilan. Pemberian tersebut disambut dengan antusias dan menghadirkan suasana hangat di tengah kegiatan.

Bagi Satgas Yonif 5 Marinir, aksi berbagi bukan sekadar memberikan makanan. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membuka ruang komunikasi sekaligus memahami kehidupan masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Kehadiran prajurit di tengah warga juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan hubungan baik selama Satgas menjalankan penugasan.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., mengapresiasi dedikasi prajuritnya dalam menjalankan tugas.

“Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, ” tegas Pristiyanto.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar pendekatan humanis tetap berjalan seiring dengan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas pengamanan.

Dari Kampung Bruto, interaksi sederhana antara prajurit dan warga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, menumbuhkan kebersamaan, sekaligus memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat.

Bagi warga, sebungkus nasi dan camilan mungkin sederhana. Namun di tengah penugasan, perhatian kecil itu menjadi jembatan yang mempertemukan prajurit dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

(Agung)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |