LANNY JAYA - Suasana di sejumlah kampung pedalaman Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, perlahan dibangun dengan pendekatan yang lebih humanis. Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 742/SWY Koops TNI Habema tidak hanya melaksanakan patroli keamanan, tetapi juga turun langsung mengajar anak-anak dan berbaur dengan warga di Kampung Yugume, Isime, dan Luarem, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Danpos TK Kuyawage Lettu Inf Arya Sayaka, S.Tr.(Han), bersama 17 personel tersebut menjadi bagian dari patroli keamanan sekaligus komunikasi sosial. Kehadiran prajurit diarahkan untuk menciptakan rasa aman dan membangun kepercayaan dengan masyarakat, khususnya warga yang sebagian besar merupakan pengungsi dari sejumlah wilayah di Papua.
Di tengah kegiatan patroli di sekitar Gereja Baptis, prajurit Satgas juga menyambangi SDN Alea. Anak-anak diajak belajar membaca, berhitung, mengikuti Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Lettu Inf Arya Sayaka mengatakan pendekatan langsung menjadi cara penting untuk membangun kedekatan dengan warga yang sebelumnya cenderung cemas dan menjaga jarak karena minimnya interaksi dengan aparat.
“Kami langsung membaur melalui aksi nyata. Kami menyadari keterbatasan akses dan pendidikan di wilayah ini. Oleh karena itu, selain berpatroli, kami hadir di SDN Alea untuk mengajarkan membaca, berhitung, PBB, hingga menanamkan rasa cinta tanah air, ” ujar Lettu Inf Arya Sayaka.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi prajurit untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Tokoh masyarakat Bapa Jendis Murib dan Guru Honorer SDN Alea Bapa Kilenius Murib menyambut baik kehadiran Satgas Yonif 742/SWY.
Warga berharap wilayah tersebut dapat terbebas dari gangguan kelompok bersenjata sehingga masyarakat yang mayoritas merupakan pengungsi dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan fokus berkebun serta memenuhi kebutuhan keluarga.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedy Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa pendekatan teritorial menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah Papua.
“Tugas utama kami bukan sekadar mengamankan wilayah secara taktis, tetapi juga merebut hati dan pikiran rakyat. Kita harus terus hadir memberikan solusi atas kesulitan warga, mencerdaskan anak-anak yang merupakan generasi penerus Papua, dan memastikan kedamaian sejati terwujud agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa rasa takut, ” tegas Letkol Inf Dedy Risdiantoro.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pendekatan keamanan yang berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan pendidikan.
Dari patroli keamanan hingga ruang kelas, prajurit TNI berupaya hadir sebagai pelindung sekaligus mitra masyarakat. Harapannya, kehadiran tersebut dapat membantu menghapus rasa takut, membuka ruang komunikasi, dan menumbuhkan harapan baru bagi warga di pedalaman Kuyawage.
(PERS)


















































