PURWOREJO - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo mulai menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tak hanya membuka akses melalui pembangunan jalan, program terpadu TNI ini juga membangun rumah layak huni, sumur bor, hingga jambanisasi yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, Selasa (28/7/2026).
Berbagai sasaran fisik tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat. Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.392 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter menjadi akses vital yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.

Selain itu, Satgas TMMD juga membangun lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sumur bor sebagai solusi kebutuhan air bersih, serta fasilitas jambanisasi guna meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kebersamaan. Kami berharap seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Watuduwur, " tegas Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-129 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, mitigasi bencana, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan lintas instansi.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan warga menjadi kekuatan utama untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui TMMD Reguler ke-129, Kodim 0708/Purworejo berharap Desa Watuduwur tidak hanya memperoleh infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memiliki fondasi kuat menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
(Agung)


















































