TNI AL Gelar Latihan Terintegrasi di Laut Morowali, Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Kejahatan Maritim

1 week ago 21

MOROWALI, Indonesiasatu.id– Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dalam menjaga keamanan laut, TNI Angkatan Laut (AL) menggelar latihan terintegrasi penanganan kejahatan di perairan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis (20/11/2025). Latihan ini melibatkan ratusan personel dan berbagai alutsista, menunjukkan komitmen TNI AL dalam memberantas segala bentuk ancaman maritim.
 
Komandan KRI 370 Bung Hatta, Letkol Laut Ramli Arif, yang memantau langsung jalannya latihan di laut Morowali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Latihan Terintegrasi TNI tiga matra. "Latihan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam menanggulangi berbagai tindakan kejahatan di laut, terutama pencurian dan pengambilan sumber daya alam secara ilegal. Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran, " tegasnya.

Lebih lanjut, Letkol Laut Ramli Arif menekankan bahwa penegakan hukum di laut adalah salah satu tugas pokok TNI AL. "Latihan ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia. Ini adalah prosedur standar yang harus kami kuasai untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin timbul di laut, " tambahnya.
 
Dalam latihan ini, TNI AL mengerahkan kekuatan yang signifikan, termasuk 78 personel dari KRI 370 Bung Hatta, 60 personel dari KRI Panah, serta dukungan dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) dan Pos Pengamat Angkatan Laut (Posal) yang berjumlah sekitar 200 personel. "Ini adalah sinergi dari seluruh matra laut, udara, dan darat. Kami bekerja sama untuk menciptakan keamanan di laut, " ungkap Letkol Ramli Arif.
 
Simulasi penanganan kejahatan di laut berlangsung selama kurang lebih 30 menit dan melibatkan skenario penangkapan pelaku kejahatan. Dalam simulasi tersebut, tim gabungan berhasil melumpuhkan dan mengamankan para pelaku yang mencoba melakukan aktivitas ilegal di wilayah perairan Morowali.

"Kami memiliki tekad yang kuat untuk melindungi sumber daya alam di Morowali, serta seluruh wilayah Indonesia. Keamanan laut adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, " pungkas Letkol Ramli Arif.
 
Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kemampuan personel TNI AL dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut, serta memberikan efek deterens bagi para pelaku kejahatan maritim. Dengan kehadiran TNI AL yang kuat dan profesional, diharapkan wilayah perairan Indonesia semakin aman dan kondusif bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. (Tar)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |