INTAN JAYA - Senyum mulai merekah di wajah warga Hitadipa dan Intan Jaya, Papua. Bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang ancaman kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), kini mereka bisa bernapas lega. Wilayah yang dulu dicap sebagai 'zona merah', kini bertransformasi menjadi area yang aman dan kondusif, berkat operasi terukur dan profesional yang digagas oleh Komando Operasi Habema (Koops Habema) bersama jajaran TNI di lapangan. Perubahan ini bukan sekadar narasi, melainkan bukti nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kini, aktivitas warga yang sebelumnya terhenti akibat ketakutan, perlahan bangkit kembali. Rasa aman yang kembali hadir disambut dengan penuh syukur. Saking tingginya kepercayaan, masyarakat Hitadipa dan Soanggama bahkan dengan sukarela menyerahkan lahan mereka untuk pembangunan pos pengamanan TNI. Ini adalah penegasan kuat bahwa suasana keamanan di daerah tersebut telah berubah drastis, dari mencekam menjadi penuh harapan.
Penindakan Tegas Pulihkan Ketenangan
Titik balik krusial keamanan di Intan Jaya terjadi setelah operasi penindakan terhadap kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya. Undius diketahui sebagai otak di balik serangan brutal terhadap Anselmus Arfin, seorang pekerja pembangunan jalan Trans Intan Jaya (Mamba–Hitadipa), pada 8 Oktober 2025. Keberanian TNI dalam merespons kejahatan ini membuahkan hasil signifikan.
Pada (15/11/2025), prajurit Satgas Koops Habema berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut dan menguasai Kampung Soanggama, yang merupakan markas utama Undius. Dalam kontak senjata yang menegangkan, 14 anggota OPM tewas, sementara Undius berhasil melarikan diri. Namun, strategi cerdas TNI dalam menutup jalur logistik dan mobilitas di titik-titik strategis seperti Zanepa, Engganengga, Maya, Bilai, dan Agapa, perlahan mengisolasi kelompok Undius dan memutus dukungan mereka.
Tak berselang lama, kondisi kesehatan Undius Kogoya yang memburuk akhirnya merenggut nyawanya pada 22 Oktober 2025. Dua hari kemudian, salah satu tangan kanannya yang paling setia, Yulius Wonda, juga menyusul meninggal dunia. Keberhasilan penindakan ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya yang telah melemahkan struktur komando OPM, termasuk penangkapan tokoh penting seperti Lamek Taplo dan Jack Milian Kemong.
Warga Kembali Merasakan Ketenangan
Dampak positif dari pemulihan keamanan ini langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Di beberapa wilayah Intan Jaya, listrik kini menyala hingga 12 jam setiap hari, sebuah kemewahan yang sempat hilang. Jalan strategis Mamba–Hitadipa, yang vital bagi akses transportasi dan ekonomi, kini kembali dikerjakan dan telah teraspal sepanjang enam kilometer. Ini adalah bukti kemajuan nyata yang dirasakan warga.
Mereka yang dulu hidup dalam ketakutan akibat kekerasan, pemerasan, hingga pelecehan dari kelompok bersenjata, kini perlahan bangkit. Aktivitas sehari-hari seperti bertani dan berdagang dapat kembali dijalani tanpa ancaman yang menghantui. Dukungan masyarakat terhadap TNI semakin menguat, terlihat jelas saat Kepala Kampung Soanggama, Marinus Lawiya, dan Kepala Distrik Hitadipa, Soleman Bilambani, secara resmi menyerahkan lahan untuk pembangunan Pos TNI. Prosesi adat yang digelar menegaskan penerimaan dan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI sebagai bagian dari solusi.
“Keamanan mulai pulih dan warga merasa tenang. Kehadiran TNI membuat kami bisa kembali bekerja, berladang, dan menjalani hidup tanpa ancaman, ” ujar Kepala Kampung Soanggama, Marinus Lawiya, dengan nada lega.
Prioritas Keselamatan Rakyat
Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., menegaskan komitmen TNI dalam setiap operasi yang dijalankan. Ia menekankan bahwa seluruh tindakan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama.
“Kami akan terus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata dan memastikan Papua tetap aman, damai, dan terbebas dari kekerasan. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, ” tegas Mayjen Lucky dengan keyakinan. Minggu (23/11/2025).
Ia menambahkan bahwa langkah TNI di Papua selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020, yang bertujuan mempercepat pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat. “TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi sosial, mendukung pelayanan publik, dan mendukung percepatan pembangunan, ” jelasnya.
Koops Habema sendiri mengajak seluruh masyarakat Intan Jaya untuk bersama-sama menjaga situasi yang telah kondusif ini. Imbauan juga disampaikan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh propaganda kelompok bersenjata dan senantiasa mendukung percepatan pembangunan sebagai fondasi kesejahteraan Papua di masa depan.


















































