9 Korban Tewas KM Virgo Teridentifikasi, Diserahkan ke Keluarga

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi sembilan jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Masalembu, Laut Jawa. Kesembilan jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Hingga Selasa (22/9), sebanyak 18 korban meninggal dunia telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, sembilan korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan setiap korban meninggal yang ditemukan akan ditangani Tim DVI melalui tahapan identifikasi. Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan data korban yang diperoleh dari keluarga dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga," ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9).

Trunoyudo menegaskan proses identifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan kepastian identitas sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

"Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga," katanya.

Di sisi lain, operasi pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Pada Selasa (22/9) pagi, tiga jasad kembali ditemukan oleh tim penyelam gabungan. Ketiga jasad tersebut telah dievakuasi untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi.

Berdasarkan data Basarnas hingga Selasa (22/9) pukul 11.30 WITA, dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 126 orang telah ditemukan, terdiri dari 108 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia. Sementara itu, 117 orang masih dalam pencarian.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal tersebut diduga hilang kontak akibat mengalami cuaca buruk. Kapal ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.

(van/fra)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |