Banjir di Jawa: Jakarta, Bandara Soetta hingga Pantura Terdampak

1 hour ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Banjir akibat curah hujan tinggi melanda DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Ratusan rumah terendam dan sejumlah fasilitas umum rusak.

CNNIndonesia.com telah merangkum beberapa wilayah di Pulau Jawa yang terendam banjir, pada pekan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar banjir di sejumlah wilayah Pulau Jawa:

DKI Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir di Jakarta kini meluas merendam 10 RT dan 23 ruas jalan, per pukul 10.00 WIB.

Banjir tersebar di delapan RT wilayah Jakarta Selatan dan dua RT di Jakarta Utara. Ketinggian air mulai dari 20 hingga 95 cm.

Berdasar laporan BPBD, banjir di sejumlah titik itu akibat curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Krukut.

Sementara 23 ruas jalan yang terendam banjir juga tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

Akibat banjir, perjalanan Transjakarta dan KRL terganggu.

Bojonggede, Bogor

Hujan dengan intensitas tinggi di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, yang terjadi sejak pagi menyebabkan air sungai meluap. Akibatnya, permukiman warga tergenang banjir.

"Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi dan jebolnya tembok halaman rumah mengakibatkan aliran Kali Pesanggrahan meluap dan menggenangi halaman rumah warga," kata Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin, Senin (12/1).

Jalaludin mengatakan peristiwa terjadi pada sekitar pukul 06.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter saat kejadian.

Banten

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat lima kecamatan banjir dan empat rumah roboh, serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

"BPBD Kota Serang melaporkan sejumlah kejadian bencana yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di beberapa titik kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Senin (12/1).

Sementara, banjir juga merendam tiga kecamatan di Kota Cilegon, Banten, dengan ketinggian air mencapai hingga 1,5 meter.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/1) malam, dan mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak serta harus mengungsi.

Tiga kecamatan yang terdampak banjir masing-masing Kecamatan Ciwandan, Jombang, dan Cibeber. Wilayah terparah berada di Kelurahan Sambirata, Kecamatan Cibeber, dengan ketinggian air berkisar antara 1,2 meter hingga 1,5 meter.

Di lokasi tersebut, sebanyak 185 kepala keluarga (KK) terpaksa dievakuasi karena permukiman mereka mulai terendam banjir sejak Minggu sore. Air dengan cepat naik setelah hujan deras mengguyur wilayah Cilegon sepanjang hari.

Bandara Soekarno-Hatta

Ruas jalan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tergenang banjir usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Lalu lintas dari Bandara dan menuju Bandara Soetta macet siang ini.

Kasat Lantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Sularno mengatakan genangan air terdapat di ruas jalan tol yang mengarah ke Bandara Soetta, tepatnya di KM 33.

"Adapun titik genangan air terpantau berada di Km 33 Tol Sedyatmo tepatnya di depan Hotel Ibis arah masuk Bandara Soetta dengan ketinggian sekitar 15 hingga 20 sentimeter, namun dua lajur kanan masih dapat dilintasi kendaraan," ujar AKP Sularno, dalam keterangannya, Senin (12/1) pukul 10.40 WIB.

Kabupaten Pati

Banjir di wilayah Kabupaten Pati terjadi dalam beberapa hari ini. Sebelumnya terdapat enam wilayah yang kini ada sebanyak 12 kecamatan dengan 43 desa yang terdampak banjir.

Genangan air merendam akses jalan desa dan permukiman warga di Desa Bumirejo Kecamatan Juwana pada Minggu (11/1), pukul 11.00 WIB. Kedalaman banjir sekitar 20-30 sentimeter.

"Terdampak banjir 12 kecamatan dan 43 desa, yang terdampak longsor dua kecamatan, tiga desa," ujar Kabid Kedaruratan pada BPBD Pati, Suntoro dikutip Detik.com.

Suntoro menjelaskan wilayah Kecamatan terdampak meliputi Kecamatan Pati Kota, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, dan Puncakwangi.

Camat Dukuhseti, Hartono, juga menjelaskan beberapa wilayah mulai kebanjiran, seperti di jalan Desa Alaswedo.

"Untuk sementara Desa Alaswedo untuk jalannya kalau kendaraan motor terganggu, mobil bisa jalan lancar," ujarnya.

Selain jalan desa, banjir juga merendam permukiman warga. Ketinggian banjir mencapai 50 sentimeter.

"Untuk di wilayah pedalaman terdampak banjir minimal 50 sentimeter itu minimal," ujarnya.

Pantura Kudus

Jalan Pantura Kudus, tepatnya Desa Ngembal, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersendat akibat banjir. Pengalihan arus lalu lintas pun sempat diberlakukan.

Pengguna jalan pun diimbau untuk berhati-hati.

KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Zubaidi mengatakan Jalan Pantura Kudus tepatnya di Jembatan Ngembal terdampak. Banjir disebabkan karena Sungai Dawe meluap imbas curah hujan dengan intensitas tinggi tadi malam.

"Kami informasikan hari Minggu (11/1) untuk situasi Jalan Pantura Kudus tepatnya di Jembatan Ngembal sudah kami berlakukan dua arah baik dari arah Kudus maupun dari Pati," kata Zubaidi.

Probolinggo

Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda banjir. Ketinggian air mencapai hingga 1 meter.

"Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga petang, sehingga mengakibatkan debit air sungai naik dan menggenang ke pemukiman warga setinggi pinggang orang dewasa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Oemar Sjarief, di Probolinggo, seperti dilansir Antara, Sabtu (10/1).

Menurutnya, banjir menggenangi rumah warga yang berada di tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yakni Desa Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

"Data sementara rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 32 rumah, namun pendataan masih terus dilakukan," tuturnya.

Sementara itu, hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo juga menyebabkan jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu tergenang banjir.

"Khususnya area Dusun Krajan Bandaran sampai depan Balai Desa Dringu saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua," ujarnya.

(kna/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |