Jakarta, CNN Indonesia --
Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengizinkan sepeda motor masuk ke ruas jalan tol imbas banjir di jalan arteri, Senin (12/1).
"Kami Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan roda dua untuk memasuki ruas jalan tol," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie saat dihubungi.
Dhanar menyebut ada dua ruas jalan tol yang dibuka untuk sepeda motor. Yakni di Gerbang Tol Sunter, Jakarta Utara yang mengarah ke Kebon Bawang dan Gerbang Tol Jembatan Tiga 1 di Penjaringan, Jakarta Utara yang mengarah ke Angke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengapa ini kami laksanakan, karena di arteri, di Jalan Yos Sudarso dan Pluit Raya itu terjadi genangan dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga kami melakukan pelayanan masyarakat berupa rekayasa lantas untuk mengarahkan kendaraan roda dua ke jalan tol," tutur dia.
Disampaikan Dhanar, rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan hanya diberlakukan selama kurang lebih 20 menit. Kata dia, saat ini situasi sudah normal dan rekayasa lalin dihentikan.
"Dari kejadian rekayasa lantas tersebut kami laporkan tidak ada kecelakaan lalu lintas maupun gangguan atau hal-hal yang lain," ucap dia.
Perjalanan kereta api Daop 1 normal
Perjalanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta masih berjalan normal sesuai jadwal seiring hujan deras yang mengguyur sejak pagi, Senin (12/1).
KAI Daop 1 Jakarta mengatakan terus berupaya melakukan pemantauan intensif terhadap jalur rel, sarana, dan prasarana untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan tetap terjaga.
Dalam kondisi hujan, KAI juga mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih cermat dan datang lebih awal guna menghindari keterlambatan.
"Dengan perencanaan waktu yang baik, pelanggan dapat tiba di stasiun lebih tenang dan perjalanan menggunakan kereta api tetap berlangsung aman dan nyaman," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, melalui siaran persnya, Senin (12/1).
Franoto mengatakan KAI Daop 1 Jakarta secara aktif berkoordinasi dan bekerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar langkah antisipasi operasional agar perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar.
"Kerja sama dengan BMKG kami lakukan untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala sehingga potensi dampak cuaca ekstrem dapat diantisipasi lebih dini, baik dari sisi operasional maupun pelayanan kepada pelanggan," imbuhnya.
Sementara untuk mengurai potensi kepadatan antrean, khususnya di area boarding gate, KAI Daop 1 Jakarta mendorong pelanggan untuk memanfaatkan layanan face recognition boarding gate.
Teknologi itu disebut memungkinkan proses boarding dilakukan dengan lebih cepat dan praktis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun identitas secara manual.
"Penggunaan face recognition sangat kami sarankan, terutama saat kondisi hujan. Selain mempercepat proses boarding, layanan ini juga membantu mengurangi antrean sehingga pelanggan tidak perlu berlama-lama menunggu di area stasiun," tambah Franoto.
Pendaftaran layanan face recognition dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI pada menu Akun dengan memilih Registrasi Face Recognition, atau secara langsung di stasiun. Pendaftaran cukup dilakukan satu kali dan dapat digunakan untuk perjalanan selanjutnya.
Selain itu, terang Franoto, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan fasilitas pendukung seperti pengering payung di sejumlah stasiun untuk menjaga kenyamanan pelanggan, khususnya saat memasuki area ruang tunggu dan layanan penumpang.
"KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas demi memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi pelanggan, meskipun di tengah kondisi cuaca hujan," kata Franoto.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir di Jakarta telah merendam 10 RT dan 23 ruas jalan, Senin (12/1).
Banjir tersebar di delapan RT wilayah Jakarta Selatan dan dua RT di Jakarta Utara. Ketinggian air mulai dari 20 hingga 95 cm.
Berdasarkan laporan BPBD, banjir di sejumlah titik itu akibat curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Krukut.
Sementara 23 ruas jalan yang terendam banjir juga tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.
(dis/ryn/isn)

3 hours ago
1
















































