Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta dilanda hujan ekstrem beberapa waktu belakangan. Ia mengungkap curah hujan mencapai 267 mm/hari pada 18 Januari lalu.
"Baik tanggal 12, tanggal 18 dan tanggal 22, sebenarnya puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter/hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menjelaskan pemprov akan melakukan modifikasi cuaca hingga 27 Januari mendatang sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
"Sekarang ini sedang terjadi cuaca ekstrem dan BMKG sendiri sudah menyampaikan kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk operasi modifikasi cuaca yang awalnya hanya akan kami lakukan sampai dengan tanggal 23, maka akan kami perpanjang sampai dengan tanggal 27," ujarnya.
Pramono mengaku sudah mendapat laporan dari BPBD soal pelaksanaan modifikasi cuaca beberapa hari terakhir di Jakarta.
Ia mengatakan Pemprov menyiapkan anggaran untuk 30 hari untuk modifikasi cuaca.
"Setiap hari rata-rata kita menerbangkan berapa sekarang? Sekarang setiap hari sudah menerbangkan tiga, artinya memang modifikasi cuaca yang dilakukan karena budget-nya sudah tersedia, bahkan budget-nya kita sediakan sampai dengan 30 hari ke depan sehingga tidak ada hambatan," kata Pramono.
(yoa/kid)

3 hours ago
2

















































