Gunung Mas — Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026).
Di tengah aktivitas bermain bersama anak-anak, para Pasis yang dipimpin Kolonel Inf Prasetyo Ari menyisipkan pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kegiatan bertajuk “Cinta TNI kepada Generasi Penerus” tersebut menjadi pendekatan edukatif untuk mengenalkan bahaya Karhutla kepada anak-anak dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Melalui interaksi langsung dan permainan bersama, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan serta memahami bahwa hutan dan lahan merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama.
Para Pasis memberikan pemahaman bahwa api yang digunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan kebakaran yang berdampak luas. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolonel Inf Prasetyo Ari menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa mendatang.
“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai sejak dini. Anak-anak adalah generasi penerus yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, ” ujarnya.
Menurutnya, edukasi Karhutla kepada anak-anak bukan dimaksudkan untuk memberikan rasa takut, melainkan membangun pemahaman bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana.
Anak-anak juga diajak untuk menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Mereka diharapkan dapat meneruskan pesan tentang pentingnya tidak bermain dengan api, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, serta segera menyampaikan kepada orang dewasa apabila melihat kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Pendekatan humanis melalui kegiatan bermain dinilai efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada anak. Suasana yang akrab membuat pesan mengenai pencegahan Karhutla dapat diterima tanpa menghilangkan keceriaan anak-anak.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui kegiatan lapangan dan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui edukasi dan pembentukan kesadaran masyarakat sejak dini.
Kehadiran Pasis Sesko TNI di tengah anak-anak Desa Teluk Nyatu menjadi momentum untuk mempererat kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi penerus.
Pesan yang dibawa pun sederhana namun memiliki makna besar: menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah maupun aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda.
Melalui kegiatan “Cinta TNI kepada Generasi Penerus”, Pasis Dikreg LVI Sesko TNI berharap edukasi mengenai pencegahan Karhutla dapat terus berkembang dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
Sebab, menjaga hutan hari ini berarti menjaga masa depan generasi berikutnya.


















































