Mamuju, – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan serta penanggulangan Tuberkulosis (TBC), Denkesyah 14.04.02 Mamuju menggelar Penyuluhan Kesehatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit TBC yang berlangsung di Aula Makorem 142/Tatag, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh Prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 142/Tatag. Turut hadir secara langsung Ketua Persit KCK Koorcab Rem 142/Tatag, Ny. Rina Hartono, yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pengetahuan kesehatan bagi keluarga besar Korem 142/Tatag.

Penyuluhan menghadirkan narasumber dr. Dwi Hardianti dari UPTD Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju yang menyampaikan materi terkait pengenalan penyakit TBC, cara penularan, gejala yang sering muncul, pentingnya deteksi dini, hingga tata cara pengobatan yang tepat dan tuntas.
Dalam sambutannya, Dandenkesyah 14.04.02 Mamuju Letkol Ckm Sunarto, S.Kep menyampaikan bahwa penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada prajurit, Persit, serta keluarga besar Korem 142/Tatag mengenai penyakit TBC dan langkah-langkah pencegahannya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman tentang apa itu penyakit TBC, bagaimana cara penularannya, gejala-gejala yang sering muncul, serta bagaimana pengobatan yang benar. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu mengenali kondisi lingkungan sekitar agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarga dan masyarakat, ” ujar Letkol Ckm Sunarto.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prajurit memiliki peran strategis sebagai aparat kewilayahan yang selalu berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh dari penyuluhan ini diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi kesehatan.
“Kami berharap para prajurit dapat mengenali penyakit TBC sejak dini dan menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Sebagai aparat pembina teritorial, kita sering berinteraksi langsung dengan warga sehingga dapat memberikan informasi dan pemahaman yang benar terkait bahaya TBC serta pentingnya berobat ke fasilitas kesehatan, ” tambahnya.
Menurutnya, masih terdapat sebagian masyarakat yang enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan ketika mengalami gejala TBC. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu diatasi melalui peningkatan edukasi dan kesadaran kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Denkesyah 14.04.02 Mamuju berharap tercipta peningkatan kesadaran dan kepedulian seluruh keluarga besar Korem 142/Tatag terhadap pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.


















































