Guru Cuti Melahirkan, Prajurit TNI Ambil Alih Kelas di Pedalaman Merauke: Ajarkan Calistung hingga Wawasan Kebangsaan

11 hours ago 10

MERAUKE - Keterbatasan tenaga pengajar di wilayah pedalaman Papua Selatan tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Di tengah kondisi tersebut, prajurit Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ Koops TNI Habema turun langsung menjadi guru sementara bagi para siswa yang kehilangan tenaga pengajar karena cuti melahirkan.

Kegiatan yang dilaksanakan Pos Yakyu pada Jumat (12/6/2026) itu menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan di daerah perbatasan. Puluhan siswa SD Inpres Pembantu Cabang Rawa Biru tampak antusias mengikuti proses belajar yang dipandu langsung oleh personel Satgas.

Dusun Yakyu sendiri merupakan kawasan terpencil yang terpisah dari Kampung Rawa Biru. Untuk mencapai wilayah tersebut, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam menggunakan perahu ketinting melalui jalur sungai dan rawa.

Kondisi geografis yang menantang membuat akses pendidikan di wilayah itu tidak selalu berjalan ideal. Saat ini, sekolah yang memiliki 45 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 tersebut untuk sementara tidak memiliki guru aktif karena tenaga pengajar yang bertugas sedang menjalani cuti melahirkan.

Melihat situasi tersebut, personel Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ berinisiatif mengambil peran membantu proses belajar mengajar agar para siswa tetap mendapatkan pendidikan selama masa kekosongan guru.

Berbagai materi diajarkan kepada para siswa, mulai dari membaca, menulis, dan berhitung (Calistung), wawasan kebangsaan, latihan baris-berbaris, hingga lagu-lagu nasional yang bertujuan menanamkan disiplin, semangat belajar, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Danpos Yakyu, Kapten Inf Joko Susilo, mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda Papua, sehingga keberlangsungan proses belajar harus tetap terjaga meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Kami tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena kendala tenaga pengajar. Kehadiran Satgas di sini bukan hanya menjaga wilayah perbatasan, tetapi juga membantu memastikan generasi muda tetap memperoleh pendidikan yang layak, " ujar Joko Susilo.

Menurutnya, semangat belajar yang ditunjukkan para siswa menjadi motivasi tersendiri bagi personel Satgas untuk terus berkontribusi di bidang pendidikan selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan.

Suasana belajar pun berlangsung penuh keakraban. Para siswa terlihat aktif mengikuti pelajaran, menjawab pertanyaan, hingga menyanyikan lagu-lagu nasional bersama para prajurit. Momen tersebut menjadi pengalaman berbeda yang menghadirkan semangat baru bagi anak-anak di Dusun Yakyu.

Program pendidikan yang dilakukan Satgas Swasembada Yonif 143/TWEJ ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran TNI dinilai mampu menjadi solusi sementara agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dan anak-anak tidak tertinggal pelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas berharap dapat memberikan motivasi kepada generasi muda Papua Selatan untuk terus bersekolah, mengembangkan kemampuan diri, dan meraih cita-cita di masa depan.

"Anak-anak ini adalah aset bangsa. Kami ingin mereka tetap memiliki semangat belajar yang tinggi dan percaya bahwa mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik, " tambah Joko Susilo.

Kehadiran prajurit TNI di ruang kelas sederhana Dusun Yakyu menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada negara tidak hanya dilakukan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga dengan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke pelosok terluar Indonesia.

(PERS)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |