Jakarta, CNN Indonesia --
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menyebut makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi nominasi Nobel Perdamaian 2026 bukan diajukan oleh pemerintah.
"Kayaknya bukan dari pemerintah itu, saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu. Kita harus cek," kata Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI M Qodari menyebut tengah menginvestigasi perihal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi investigasi," kata Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (5/8).
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan juga tengah mengklarifikasi internal usai Kemendagri juga disebut-sebut di kasus ini.
Ia menyatakan tengah memastikan apakah surat dari Kementerian Dalam Negeri nomor ND/KIE/001/I/2026 yang viral di media sosial merupakan benar dikeluarkan Kemendagri.
"Ya itu kan tidak hanya dari Kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi di klarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari Kemendagri atau apa kita pastikan dulu," kata Benni.
Selain itu, ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) perihal makalah ini lantaran adanya nama salah satu pegawai yang dicantumkan di makalah.
"Saya sudah klarifikasi ke IPDN. Itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor itu bukan dari IPDN," kata Benni.
"Tapi memang ada staf yang namanya Ashar itu di Dirjen Polpum. Nah itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal Pak Akmal. Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi. Saya belum dapat update," imbuhnya.
Belakangan makalah yang berisi tentang program MBG dan disebut-sebut akan diajukan sebagai kandidat Nobel Perdamaian viral di media sosial.
Namun hingga kini Benny juga masih menunggu hasil klarifikasi internal mereka perihal ini.
Salah satu yang mengunggah penggalan makalah di X adalah @Txtdariugm. "Nemu paper salah satu author-nya @prabowo paper-nya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026," cuit akun tersebut.
(mnf/dal)

9 hours ago
5
















































