Mojokerto - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda (Jembatan Beton Garuda) Tahap V di Dusun Kedungkudi, Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan progres positif. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/06/2026) tersebut melibatkan personel TNI, tenaga teknis, dan masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan konstruksi di lokasi.
Di bawah terik matahari, personel TNI bersama warga tampak bahu-membahu mengerjakan pembesian pondasi, pemasangan bekisting, hingga penyiapan struktur penyangga jembatan. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat kuat selama proses pengerjaan berlangsung, mencerminkan sinergi yang erat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan umum.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono saat dikonfirmasi, mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda memiliki nilai strategis karena akan menjadi akses penghubung yang mempermudah mobilitas masyarakat antarwilayah yang selama ini terpisahkan oleh aliran sungai.
“Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan wilayah Dusun Kedungkudi, Desa Kedunggempol dengan kawasan di seberang sungai yang menjadi jalur aktivitas masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, memperpendek waktu tempuh, serta mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di kedua wilayah, ” jelasnya.
Menurut Kapten Budiyono, saat ini pekerjaan masih difokuskan pada pembangunan struktur bawah jembatan sebagai fondasi utama sebelum memasuki tahapan konstruksi berikutnya. Seluruh proses dikerjakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas pekerjaan agar jembatan nantinya memiliki tingkat keamanan dan ketahanan yang optimal.
Hingga saat ini kondisi di lokasi pembangunan terpantau aman dan kondusif. Kodim 0815/Mojokerto bersama seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan pembangunan hingga selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Sebagai informasi, Jembatan Garuda yang dibangun memiliki panjang sekitar 37 meter dengan lebar 3 meter dan dirancang mampu mendukung mobilitas kendaraan serta aktivitas masyarakat secara aman dan nyaman. Dengan konstruksi beton yang kokoh, jembatan ini diharapkan menjadi sarana penghubung yang dapat memperlancar akses antarwilayah sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.


















































