INTAN JAYA - Di tengah bentangan alam Papua Tengah yang memesona, Kampung Bulapa di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, menjadi saksi bisu sebuah momen penuh makna. Minggu (12/1/2026), suasana khidmat menyelimuti Gereja GKII Kampung Bulapa saat personel Satgas Yonif 712/WT bersama warga setempat merajut kebersamaan dalam Ibadah Minggu. Langkah prajurit yang berbaur dengan jemaat, duduk berdampingan, bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah gestur tulus yang menyentuh relung hati.
Rangkaian ibadah berjalan dalam keheningan yang sarat nilai persaudaraan, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap mata yang menyaksikan. Kehadiran aparat negara di tengah-tengah kehidupan spiritual masyarakat ini tak pelak disambut dengan tangan terbuka. Puji-pujian dan doa yang mengalun bersama menjadi simfoni damai, mempererat jalinan emosional antara para prajurit dan umat yang hadir.
Komandan Titik Kuat (TK) Bulapa, Lettu Inf Dhedy, menegaskan esensi dari kehadiran mereka yang melampaui sekadar pengamanan. Ia memandang kegiatan keagamaan ini sebagai cerminan komitmen mendalam untuk turut membangun kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran kami di Kampung Bulapa adalah untuk mendukung setiap kegiatan masyarakat. Kami ingin bersama-sama membangun kampung ini agar menjadi lebih baik dan sejahtera, ” ujarnya, penuh keyakinan.
Apresiasi tulus datang dari pimpinan gereja. Pendeta GKII Kampung Bulapa, Joel Kobogau, mengungkapkan betapa kehadiran para prajurit memberikan rasa aman dan ketenangan yang mendalam bagi jemaat.
“Kami merasa memiliki saudara. Kehadiran bapak-bapak TNI membawa damai di hati kami. Kiranya Tuhan memberkati, ” tuturnya, dengan sorot mata penuh haru.
Senada dengan itu, Kepala Kampung Bulapa, Ernest Kobogau, tak mampu menutupi rasa syukurnya atas keterlibatan aktif Satgas Yonif 712/WT dalam denyut nadi kehidupan masyarakatnya.
“Kami bersyukur atas kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka membawa ketenangan dan semangat baru bagi jemaat. Bagi kami, TNI sudah menjadi keluarga dan saudara, ” ungkapnya, menyiratkan kedekatan yang terjalin.
Ibadah bersama ini lebih dari sekadar ritual keagamaan; ia adalah bukti nyata bagaimana persaudaraan dapat tumbuh subur melampaui batas tugas dan perbedaan. Di Kampung Bulapa, kehadiran TNI menjadi simbol kedamaian yang lahir dari ketulusan, kebersamaan, dan doa yang dipanjatkan bersama, mengukir kisah humanis di Tanah Papua. (Wartamiliter)


















































