YAHUKIMO - Di tengah bentangan alam Yahukimo yang memukau, hadir sebuah cerita tentang kehangatan yang tak terduga. Kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini tak hanya sebatas menjaga kedaulatan, namun juga merajut kebersamaan melalui aksi-aksi sederhana yang menyentuh hati. Minggu (11/1/2026) lalu, prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir di Kampung Kiribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, membuktikan bahwa kepedulian dapat terjalin melalui gunting rambut.
Kegiatan layanan cukur rambut gratis yang digelar oleh para Marinir ini sontak menjadi magnet bagi warga setempat. Sejak pagi, antusiasme terpancar jelas. Warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, berbondong-bondong mendatangi lokasi, tak hanya untuk merapikan penampilan, tetapi juga untuk bertukar cerita dan tawa dengan para prajurit. Potongan rambut yang rapi bukan sekadar perubahan fisik, melainkan sebuah simbol terhapusnya sekat, mendekatkan jarak psikologis yang kadang tercipta antara aparat dan masyarakat.
Hengki Esau (49), salah seorang warga, tak kuasa menahan haru atas perhatian yang diberikan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kegiatan seperti ini memang sederhana, tapi dampaknya besar. Kami merasa diperhatikan dan dihargai, ” ujarnya.
Ia menambahkan harapan agar kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar seperti ini dapat terus berlanjut, memperkuat citra TNI sebagai sahabat dan pelindung sejati bagi masyarakat di pedalaman.
Lebih dari sekadar manfaat praktis, inisiatif ini terbukti ampuh dalam membangun jembatan kepercayaan dan mempererat ikatan emosional. Di daerah penugasan yang membutuhkan pendekatan ekstra hati-hati, strategi sosial dan humanis ini menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Bumi Cenderawasih.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas mulia para prajuritnya.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian Korps Marinir kepada masyarakat. Tidak hanya membantu secara langsung, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan warga terhadap kehadiran TNI, ” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme di setiap lini kegiatan.
“Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional standar dalam setiap penugasan, ” tambahnya.
Melalui sentuhan yang bersahaja namun penuh makna, Korps Marinir terus membuktikan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga sebagai mitra sejati dalam mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera. (Wartamiliter)


















































