YAHUKIMO - Upaya penegakan keamanan di wilayah Papua Pegunungan kembali membuahkan hasil signifikan. Satuan Tugas (Satgas) TNI di bawah Komando Operasi Habema berhasil mengamankan enam orang yang diduga kuat merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap XVI Yahukimo. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, (11/1/2026), saat tim patroli terpadu tengah melaksanakan tugas pengamanan rutin di kawasan Jalan Gunung–Sisibia, Kabupaten Yahukimo.
Deteksi awal bermula dari pemantauan personel yang mencatat adanya pergerakan mencurigakan dari sekelompok individu menggunakan kendaraan jenis double cabin Strada yang bergerak menuju Kota Dekai. Tak lama berselang, informasi tambahan mengenai pergerakan kelompok lain yang diduga menuju Jalan Gunung, salah satu titik rawan pergerakan OPM di Kaliteh, semakin memperkuat kewaspadaan aparat. Menindaklanjuti temuan ini, pengamanan di Pos Dekai segera diperkuat.
Kendaraan yang mencurigakan kemudian dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Dari hasil penggeledahan, tim menemukan sejumlah unit telepon seluler yang berisi dokumentasi dan foto-foto kuat yang mengarah pada aktivitas kelompok OPM. Keberanian untuk membuang ponsel keluar kendaraan saat pemeriksaan berlangsung justru semakin menguatkan indikasi adanya upaya menghilangkan barang bukti.
Setelah proses pemeriksaan awal, empat dari enam orang yang diamankan terkonfirmasi tergabung dalam OPM Kodap XVI Yahukimo. Identitas mereka diketahui berinisial Eko Ossu, Timex Busup, Asam Ossu, dan Usan Ossu. Sementara dua individu lainnya, Hengki Ossu dan Alesa Busup, masih menjalani pendalaman lebih lanjut oleh aparat terkait untuk mengklarifikasi peran mereka.
Perwakilan Satgas TNI Habema menegaskan bahwa tindakan pengamanan ini merupakan bagian integral dari komitmen TNI untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari potensi gangguan.
“Setiap kegiatan patroli dilaksanakan secara terukur dan sesuai prosedur. Tujuannya adalah menjaga stabilitas keamanan serta mencegah potensi gangguan yang dapat meresahkan masyarakat, ” ujar perwakilan Satgas TNI Habema.
Sebagai langkah lanjutan yang menunjukkan komitmen pada keutuhan bangsa, keenam orang tersebut telah menjalani prosesi pengambilan sumpah dan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara khidmat ini dilaksanakan di Titik Kuat (TK) PJPR, Distrik Dekai, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Seluruh dokumen terkait, termasuk berita acara penandatanganan sumpah, telah diserahkan kepada Kodim Yahukimo dan Polres Yahukimo untuk proses pendataan dan pendalaman lebih lanjut. Langkah ini mencerminkan pendekatan penegakan hukum dan pembinaan teritorial yang dilakukan TNI demi menjaga keamanan, stabilitas, serta keutuhan wilayah NKRI di Papua Pegunungan. (Wartamiliter)


















































