PUNCAK JAYA - Di tengah hamparan keindahan alam Puncak Jaya, Papua, terjalin kehangatan persaudaraan yang tak ternilai. Rabu, (14/1/2026), menjadi saksi bisu bagaimana prajurit Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam tak hanya menjalankan tugas negara, namun juga merajut tali silaturahmi dengan masyarakat Kampung Yamo melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang berbalut sentuhan humanis.
Lebih dari sekadar menjaga keamanan wilayah, kehadiran Satgas Mobile di Kampung Yamo adalah sebuah komitmen mendalam untuk menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Mereka hadir sebagai saudara, berbagi cerita, dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kokoh.
Dalam setiap interaksi, pesan-pesan persatuan dan pentingnya lingkungan yang aman disuarakan. Generasi muda Kampung Yamo pun tak luput dari perhatian, mereka didorong untuk terus bersemangat dalam menimba ilmu, menjauhi segala bentuk kenakalan yang dapat merusak masa depan gemilang.
Kepedulian nyata ditunjukkan melalui aksi sederhana namun bermakna. Mulai dari membantu membersihkan lingkungan kampung, memberikan uluran tangan bagi warga yang membutuhkan, hingga tawa ceria anak-anak yang bermain riang bersama para prajurit menjadi pemandangan yang mengharukan.
“Kegiatan Komsos ini bukan hanya sekadar komunikasi, tetapi wujud kepedulian kami terhadap masyarakat. Kami ingin hadir sebagai saudara, membantu warga, dan menumbuhkan rasa kebersamaan, ” ujar Dan TK Yamo, Letda Inf Herwin, Rabu (14/1/2026).
Letda Inf Herwin menegaskan bahwa pendekatan humanis adalah denyut nadi dari setiap tugas yang diemban Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam di tanah Papua.
Tak kalah haru, Bapak Yumiton Enumbi, seorang tokoh masyarakat Kampung Yamo, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian tulus yang diberikan. “Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Kehadiran bapak-bapak TNI membuat masyarakat merasa aman dan tidak sendiri. Kami berharap kebersamaan ini terus terjalin demi kemajuan Kampung Yamo, ” ungkapnya.
Satgas Mobile Yonif 613/Raja Alam membuktikan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat Papua adalah sebuah anugerah, bukan sekadar kewajiban. Dengan empati dan kehangatan, mereka bertekad membangun kepercayaan serta sinergi yang kuat demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.


















































