LANNY JAYA - Di tengah hamparan alam Papua Pegunungan yang memukau, semangat kebangsaan kembali membahana. Satuan Tugas (Satgas) Yonif 408/Sbh TK Wamitu tak hanya menjaga keamanan, namun juga merawat denyut nadi nasionalisme di hati masyarakat Kampung Ilim, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya. Pada Rabu, (14/1/2026), momen syahdu terjadi saat penggantian Bendera Merah Putih yang telah usang di Kantor Kampung Ilim.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni biasa. Ia adalah manifestasi nyata dari komitmen Satgas Yonif 408/Sbh untuk merajut kembali benang persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di wilayah yang seringkali terabaikan. Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, kibaran Merah Putih yang baru menjadi pengingat akan hadirnya negara yang merangkul hingga ke penjuru terpencil.
Penggantian bendera ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap lambang negara yang menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan dan perekat keutuhan bangsa. Berkibarnya kembali Sang Saka Merah Putih yang gagah di Kantor Kampung Ilim menegaskan bahwa denyut kehidupan bernegara terasa hingga ke pelosok negeri.
“Bendera Merah Putih adalah simbol kehormatan bangsa. Mengganti bendera yang sudah tidak layak merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai bentuk penghormatan kepada negara dan para pahlawan. Satgas hadir untuk menjaga semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat, ” tegas Danpos Wamitu, Kapten Inf Indra.
Kehadiran dan kepedulian Satgas Yonif 408/Sbh ini disambut hangat oleh masyarakat. Kepala Kampung Ilim tak dapat menutupi rasa bangganya.
“Kami merasa bangga dan terharu. Kehadiran Satgas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengingatkan kami akan pentingnya menghormati simbol negara. Ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mencintai dan menjaga Merah Putih, ” ujarnya, matanya berkaca-kaca.
Melalui inisiatif sederhana namun sarat makna ini, Satgas Yonif 408/Sbh sekali lagi membuktikan dedikasinya untuk senantiasa hadir bersama rakyat. Upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan ini menjadi pondasi kokoh demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan teguh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Wartamiliter)


















































