LANNY JAYA - Di jantung Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sebuah kisah tentang persaudaraan terjalin. Prajurit dari Satgas Yonif 408/Sbh, pada Rabu (14/1/2026), tak hanya menjalankan misi pengamanan, namun lebih dalam lagi, merajut kehangatan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos). Langkah mereka menyusuri kampung, mengetuk setiap pintu honai, bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati untuk menyapa dan mendengarkan.
Di dalam bilik-bilik honai yang sederhana namun penuh makna, terbentang percakapan yang tulus. Para personel Satgas duduk bersila, berbagi cerita, menyerap setiap aspirasi, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat Wamitu. Tawa riang, kisah perjalanan hidup, hingga luapan unek-unek, mengalir bebas, menciptakan simfoni keakraban yang menyentuh jiwa.
Komsos ini menjadi jendela bagi Satgas untuk menyelami langsung denyut sosial dan kebutuhan riil warga. Setiap keluh kesah, setiap harapan akan masa depan generasi penerus, menjadi perhatian serius bagi para prajurit yang hadir dengan pelukan hangat dan pendekatan yang merakyat.
"Kami datang bukan hanya membawa seragam dan tugas, tetapi juga membawa hati. Mendengar langsung keluh kesah warga adalah kewajiban kami, agar kehadiran TNI benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan saudara, " tegas Danpos Wamitu, Kapten Inf Indra.
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat meninggalkan jejak emosional yang mendalam. Air mata haru membasahi pipi seorang warga Wamitu saat ia berbagi pengalaman.
"Bapak TNI datang duduk bersama kami di honai dan mendengar cerita kami. Itu membuat hati kami tenang. Kami merasa tidak sendiri, TNI sudah seperti keluarga bagi kami, " tuturnya dengan mata yang berbinar penuh syukur.
Melalui setiap interaksi hangat ini, Satgas Yonif 408/Sbh TK Wamitu menegaskan komitmen tak tergoyahkan untuk terus hadir mendampingi, menjaga kedamaian, serta menumbuhkan benih harapan dan rasa persaudaraan yang kokoh di Tanah Papua. (Wartamiliter)


















































