YAHUKIMO - Di jantung pedalaman Yahukimo, Kampung Moroku, kisah baru terjalin antara prajurit TNI dan masyarakat. Bukan hanya suara langkah sepatu bot yang terdengar, melainkan percakapan hangat yang merajut benang kepercayaan. Kamis (8/1/2026), Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir hadir di tengah warga, bukan sebagai tamu yang jauh, melainkan sebagai bagian dari keluarga.
Bayangkan, para prajurit Marinir duduk santai di teras rumah warga, berbagi cerita, mendengarkan denyut nadi kehidupan di tanah Papua. Dari obrolan ringan hingga keluh kesah mendalam tentang keamanan dan keseharian, semua diserap dengan empati. Pendekatan humanis ini bukan sekadar strategi, melainkan wujud nyata kepedulian yang ingin meruntuhkan sekat, memperkuat ikatan batin antara TNI dan rakyat.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan esensi dari kehadiran mereka.
“Kami tidak hanya menjalankan tugas pengamanan perbatasan, tetapi juga hadir untuk membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Melalui komunikasi dari hati ke hati, kami ingin memastikan warga merasa aman, didengar, dan dilindungi, ” ujar Letkol Marinir Pristiyanto.
Ia menambahkan, profesionalisme prajurit di lapangan patut diapresiasi. Mereka mampu memadukan ketegasan dalam tugas dengan kehangatan hati dalam interaksi.
“Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar selalu menjaga kesiapsiagaan dan mematuhi prosedur operasional, sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap interaksi dengan masyarakat, ” tambahnya.
Dengan semangat Komsos yang terus berkobar, Satgas Yonif 5 Marinir optimis akan semakin mengukuhkan hubungan harmonis di Kampung Moroku. Keberadaan mereka diharapkan tak hanya membawa rasa aman, tetapi juga menumbuhkan harapan dan berkontribusi pada terwujudnya Papua yang damai dan sejahtera.


















































