Merauke – Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si, menegaskan pentingnya kewaspadaan, kedisiplinan, serta kedekatan prajurit dengan masyarakat dalam Kunjungan Kerja (Kunker) di Yonif TP 817/Aoba, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan pembangunan Mako Yonif TP 817/Aoba sekaligus memberikan pengarahan dan motivasi kepada prajurit.
Didampingi Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto (Kasdam XXIV/MT), Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko, S.Sos., M.I.P (Irdam XXIV/MT) beserta rombongan, Pangdam disambut secara adat melalui pemasangan Noken dan Topi Adat Kasuari, serta tarian adat Suku Yei yang dibawakan pelajar SMP Negeri 14 Jagebob. Kegiatan dihadiri sekitar 300 orang, terdiri dari para Asisten Kasdam XXIV/MT, personel Yonif TP 817/Aoba, unsur pimpinan satuan, tokoh kampung, dan pihak terkait.
Dalam pengarahannya, Pangdam XXIV/MT menyampaikan bahwa Kodam XXIV/MT memiliki posisi strategis karena berada di wilayah paling selatan dan timur Indonesia, berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Kondisi tersebut menuntut setiap prajurit untuk selalu waspada, profesional, dan bertanggung jawab atas tugas serta perlengkapan yang diamanahkan negara.
“Tidak ada tempat yang benar-benar aman selamanya. Karena itu, setiap prajurit harus menjaga senjatanya, menjaga sikapnya, dan menjaga kepercayaannya. Semua yang diberikan negara wajib dipertanggungjawabkan, ” tegas Pangdam.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Lucky Avianto menekankan dua pilar utama tugas prajurit di satuan, yakni Pembinaan Satuan (Binsat) melalui peningkatan kemampuan fisik dan profesionalisme, serta Pembinaan Teritorial (Binter) dengan membangun kedekatan dan empati kepada masyarakat agar kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap ancaman non-militer seperti peredaran narkoba dan kegiatan ilegal, dengan menguatkan pengawasan, deteksi dini, serta penegakan hukum yang tegas. Di sisi lain, Pangdam menekankan nilai kekeluargaan dan kebersamaan di dalam satuan.
“Kalian adalah saudara satu kandungan di Yonif 817/Aoba. Saling mengingatkan, saling mengayomi, dan hindari tradisi yang merugikan. Jika ada yang salah, luruskan dengan cara yang baik dan mendidik, ” pesannya.
Sebelumnya, Pangdam menerima laporan dari Letkol Inf Ricky Fadli, S.Sos, selaku Danyonif TP 817/Aoba, serta paparan satuan terkait kondisi dan pembangunan Mako. Kegiatan dilanjutkan dengan penulisan pesan dan kesan Pangdam, pemberian plakat dari Danyonif TP 817/Aoba, serta penanaman pohon sebagai simbol komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat moril, soliditas, dan semangat pengabdian prajurit Yonif TP 817/Aoba, sekaligus menegaskan kehadiran pimpinan sebagai sumber motivasi dan teladan dalam menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan.


















































