Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam mengklarifikasi pidato Ketua Umum Partainya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang belakangan santer dikaitkan dengan Pilpres 2029.
Umam menegaskan sejumlah tafsir yang mengaitkan pidato AHY sebagai kesiapan maju di Pilpres 2029, terlalu jauh dari substansi. Menurut dia, pidato justru tak menyinggung sama sekali soal pilpres.
"Kalau pidato Mas Ketum AHY itu dibaca secara utuh, konteksnya sangat jelas. Sama sekali tidak membahas 2029," kata Umam dalam keterangannya, Selasa (8/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, berisi refleksi perjalanan partai dalam tiga agenda utama, yaitu memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Umam menuturkan AHY dalam pidatonya justru menegaskan dukungan terhadap kerja-kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY, terang dia, bahkan secara eksplisit menegaskan posisi Partai Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo.
"Itu etika berkoalisi, sekaligus penegasan komitmen Demokrat untuk menyukseskan pemerintahan," ujar Umam.
Sementara, menurut dia, pesan AHY mengenai demokrasi, netralitas aparatur negara, pemilu yang jujur dan adil, serta kekuasaan sebagai amanah rakyat, merupakan prinsip konstitusional dan identitas Demokrat sebagai partai yang lahir era Reformasi.
Umam menegaskan, Demokrat setuju agar semua pihak senantiasa fokus bekerja mencari solusi bersama guna menyelesaikan persoalan masyarakat sehari-hari.
"Itu semua adalah prinsip demokrasi yang harus kita jaga bersama, siapa pun yang sedang memerintah dan siapa pun yang menjadi peserta pemilu. Itu adalah amanah Reformasi. Demokrat mengajak kita semua terus menjaganya," katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia sebelumnya meyakini Ketua Umum Partai Demokrat, AHY bakal menjadi kontestan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
Doli merespons pidato AHY dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9).
Dia setuju sepenuhnya dengan pernyataan AHY dalam pidatonya yang menyinggung soal kekuasaan sebagai amanah yang memiliki batas waktu. Namun, Wakil Ketua Baleg DPR itu mengaku heran dengan substansi pidato AHY. Sebab, saat ini negara tengah menghadapi tantangan besar. Apalagi, Demokrat dan AHY juga bagian dari koalisi pemerintah yang mestinya ikut bertanggung jawab.
"Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan standing positionnya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).
(thr/wis)

6 hours ago
2

















































