Jakarta, CNN Indonesia --
Bupati Jember Muhammad Fawait menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Jumat (21/8) di Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Gus Fawait, sapaan Bupati memaparkan berbagai program yang telah berjalan di wilayahnya.
Dalam keterangan tertulis Pemkab Jember, kunjungan ini jadi bagian dari strategi memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Gus Fawait tidak hanya membawa usulan, tetapi juga menyampaikan apa yang telah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data, sistem pendukung, serta capaian pelaksanaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat," kata Gus Fawait.
Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan percepatan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu agenda utama pembangunan nasional.
Fawait memaparkan berbagai program yang telah berjalan di Jember. Termasuk Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dan Homecare.
Kedua program tersebut dipaparkan secara rinci. Tidak hanya dari sisi konsep, tetapi juga mekanisme pelaksanaan, data penerima manfaat hingga implementasinya di lapangan.
"Bunga Desaku membawa pemerintah dan berbagai layanan langsung lebih dekat kepada masyarakat, ajang sosialisasi program, sarana serap aspirasi dan strategi pengendalian inflasi. Sedangkan melalui Home Care, pelayanan kesehatan hadir langsung ke rumah warga, khususnya masyarakat miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan," katanya.
Paparan berbasis data tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kemendes PDT. Sejumlah inovasi yang dilakukan Kabupaten Jember dinilai memiliki pendekatan konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program-program yang telah dikembangkan di Jember juga diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kabupaten lain di Indonesia.
Sementara Yandri menyampaikan berbagai kebijakan dan kegiatan pemerintah pusat yang memiliki peluang untuk disinergikan dengan Kabupaten Jember. Apresiasi diberikan Yandri pada program Pemkab Jember ini.
Kunjungan ke Kemen PKP
Apreasiasi serupa juga diberikan saat Fawait mengunjungi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukim (PKP). Sinergi antara Pemkab Jember dan Kementerian PKP sebelumnya telah terbangun ketika jajaran kementerian hadir langsung dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku di Jember.
Saat itu Pemkab Jember mendapatkan arahan sekaligus timeline untuk memenuhi berbagai tahapan program bedah rumah, atau dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pemkab Jember kemudian bergerak cepat dan berhasil menyelesaikan tahapan yang diperlukan sesuai tenggat waktu yang diberikan Kementerian PKP.
Dalam koordinasi di Jakarta, Pemkab Jember juga memaparkan sistem dan aplikasi yang digunakan untuk mendukung pendataan serta mempermudah sinergi dan kolaborasi para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program di Jember.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Jember bukan hanya siap mengusulkan, tetapi juga siap dari sisi data, sistem dan pelaksanaannya. Ketika pemerintah pusat memberikan peluang, daerah juga harus bergerak cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," kata Fawait.
Kunjungan ke sejumlah kementerian merupakan bagian dari strategi Pemkab Jember membangun pola hubungan pusat dan daerah yang semakin produktif.
"Kami ingin kementerian melihat langsung kesiapan Jember dan kebutuhan riil masyarakat. Dari sana kita cari titik temu sehingga program pemerintah pusat dapat memperkuat apa yang sudah berjalan di daerah," ujarnya.
Dengan pola tersebut, kementerian dapat melihat secara langsung kesiapan daerah dan kebutuhan riil masyarakat Jember. Di sisi lain, Pemkab Jember dapat mengoptimalkan berbagai program pemerintah pusat untuk memperbesar dampak program yang telah berjalan di daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pembangunan tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Jember, tetapi juga diperkuat melalui dukungan program pemerintah pusat.
Penguatan sinergi dengan kementerian tersebut memiliki satu muara utama. Yakni, mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.
"Ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Jember harus mengambil bagian dan menerjemahkan agenda besar pemerintah pusat itu menjadi kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat," katanya.
Pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2026. Selain itu, angka kemiskinan nasional terus diturunkan hingga berada pada kisaran 4,5-5 persen pada 2029.
Jember menurut Fawait ingin mengambil bagian secara aktif dalam mewujudkan target nasional tersebut melalui kerja konkret di daerah. Program kesehatan seperti Homecare, perbaikan rumah masyarakat tidak mampu, pemberdayaan desa, penguatan ekonomi masyarakat hingga pelayanan pemerintahan yang dibawa langsung melalui Bunga Desaku menjadi bagian dari instrumen untuk memutus berbagai mata rantai kemiskinan.
"Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi," kata Gus Fawait. Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat menjadi sangat penting.
"Semakin banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan kebutuhan masyarakat Jember, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan," imbuhnya.
Pemkab Jember ingin memastikan bahwa semangat besar Presiden Prabowo dalam menghapus kemiskinan ekstrem dan mempercepat penurunan kemiskinan nasional juga diterjemahkan menjadi kerja nyata sampai ke desa-desa di Kabupaten Jember.
(tim/tim)

4 hours ago
1















































