LANNY JAYA - Di jantung keindahan alam Goa Balim, Lanny Jaya, Papua Pegunungan, terjalin kisah menyentuh tentang kebersamaan. Minggu (4/1/2026) menjadi saksi bisu bagaimana prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Sbh Titik Kuat (TK) Wamitu tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat Kampung Wamitu.
Mereka turut membaur dalam suka cita panen hasil bumi, aktivitas yang menjadi urat nadi penghidupan warga setempat. Aroma tanah basah bercampur tawa ringan dan sapa hangat menciptakan suasana kekeluargaan yang pekat, seolah tak ada jarak memisahkan antara seragam loreng dan pakaian sehari-hari warga.
Lebih dari sekadar bantuan tenaga, momen ini menjadi sarana komunikasi yang berharga, membangun jembatan kepercayaan dan rasa aman di wilayah yang membutuhkan sentuhan nyata. Dari petak-petak kebun sederhana inilah, harapan akan masa depan yang damai dan sejahtera mulai merekah.
“Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dengan turun langsung mendampingi warga di kebun, kami berharap hubungan yang terjalin semakin erat, penuh kepercayaan, dan dilandasi rasa kekeluargaan. Inilah bentuk pengabdian kami, hadir dan berbagi dalam setiap aktivitas masyarakat, ” ujar Kapten Inf. Indra, Komandan Pos (Danpos) Wamitu, dengan tulus.
Senyum kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para Mama Papua. Salah seorang warga Kampung Wamitu mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian prajurit TNI.
“Kami sangat senang dan merasa dekat dengan bapak-bapak TNI. Mereka datang ke kebun dengan senyum, membantu kami dengan tulus, dan memperlakukan kami seperti keluarga sendiri. Kehadiran Satgas membuat kami merasa aman dan tidak sendiri, ” tuturnya, penuh haru.
Komitmen Satgas Yonif 408/Sbh untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat tali persaudaraan, dan menjaga stabilitas keamanan di Goa Balim terus digaungkan. Kebersamaan yang terjalin di ladang ini adalah bukti nyata bahwa harmoni sosial dan kedamaian dapat tumbuh subur dari ketulusan, kerja keras, dan ikatan persaudaraan yang merajut dari hati ke hati. (Wartamiliter)


















































