INTAN JAYA - Di tengah hamparan pegunungan Intan Jaya yang dingin, sebuah kehangatan persaudaraan membuncah. Personel Satgas Yonif 712/Wira Tama (WT) tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Kampung Bulapa, Distrik Ugimba. Minggu, (4/1/2026), menjadi saksi bisu momen khidmat saat para prajurit TNI beribadah bersama jemaat di Gereja GKII Kampung Bulapa.
Sejak melangkah memasuki rumah ibadah, kehadiran anggota Satgas Yonif 712/WT terasa menyatu. Tak ada sekat, tak ada jarak. Mereka duduk berdampingan dengan warga, berbagi dalam lantunan puji-pujian dan doa yang mengalun khidmat. Momen ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan simbol nyata dari kedekatan, kebersamaan, dan pendekatan humanis yang diusung TNI di wilayah penugasan.
“Kehadiran kami di Kampung Bulapa adalah untuk mendukung setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan. Kami ingin bersama-sama membangun kampung ini agar menjadi lebih baik dan masyarakatnya semakin sejahtera, ” ujar Lettu Inf. Dhedy, Komandan Titik Kuat (Dan TK) Bulapa, Minggu (4/1/2026).
Ucapan tulus itu disambut hangat oleh Pdt. Joel Kobogau, Pendeta Gereja GKII Kampung Bulapa. Ia merasakan getaran damai yang dibawa oleh para prajurit TNI.
“Kami merasa memiliki saudara. Kehadiran Bapak-bapak TNI membawa damai di hati kami. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan dan tugas Bapak semua, ” ungkap Pendeta Joel dalam ibadah.
Ernest Kobogau, Kepala Kampung Bulapa, turut mengapresiasi kehadiran Satgas Yonif 712/WT yang telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bulapa.
“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak TNI. Kehadiran ini membawa ketenangan dan semangat baru bagi jemaat. Bapak TNI sudah menjadi keluarga dan saudara bagi kami, ” tuturnya.
Lebih dari sekadar tugas negara, ibadah bersama ini menumbuhkan ikatan emosional yang tulus, lahir dari rasa saling menghormati dan nilai-nilai kemanusiaan. Kehangatan yang tercipta di Gereja GKII Bulapa menjadi bukti nyata bahwa kedamaian di Tanah Papua tumbuh dari hati yang terbuka dan doa yang dipanjatkan bersama.
Pengalaman ini meninggalkan jejak mendalam, menunjukkan bahwa kehadiran TNI di pedalaman Papua lebih dari sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membawa secercah harapan, ketenangan, dan semangat baru bagi masyarakat yang mendiami wilayah ini. (Wartamiliter)


















































