Jasad ABK Kapal Bawa 5 Jurnalis Dikenali Lewat DNA, Dipulangkan Besok

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jasad anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis di Selat Sunda, Surakman (60), berhasil diidentifikasi atau dikenali melalui pemeriksaan DNA.

Jasad Surakman ditemukan pada Sabtu (12/9) di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Bengkulu.

"Hasil identifikasi, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal," ujar Kapolda Banten Irjen Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah Surakman dibawa menggunakan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi.

Kemudian, Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencocokkan data antemortem dari keluarga delapan orang yang berada di kapal dengan data postmortem jenazah.

Pencocokan dilakukan dengan memeriksa data primer, meliputi sidik jari, gigi, dan DNA. Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan jenazah tersebut cocok dengan anggota keluarga Surakman.

Rencana pemulangan jasad Surakman

Polisi berencana langsung memulangkan Surakman besok, Kamis (24/9). Jasad akan diberangkatkan dari Kabid Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta.

"Jenazah akan dikirim, akan diberangkatkan besok dari Kabid Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno Hatta yang akan kita terima bersama gubernur, basarnas, dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno Hatta," ujar Kapolda Banten Irjen Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang.

Adapun, detail untuk waktu pemulangan jenazah pada Kamis (21/9) belum diumumkan lebih lanjut. Hengki menyebut pihaknya sedang melakukan persiapan.

Sebelumnya operasi SAR besar-besaran terhadap 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Lima jurnalis itu menaiki kapal Arupadhatu untuk meliput Gunung Anak Krakatau (GAK) yang erupsi.

Kapal itu hilang kontak di Selat Sunda setelah berangkat dari dermaga di Carita, Pandeglang, Senin (7/9). Selama 10 hari masa pencarian, tidak ada temuan yang mengarah terhadap penumpang kapal Arupadhatu 1.

Proses pencarian selama 10 hari ini melibatkan Basarnas Banten, Lampung hingga Bengkulu. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kapal cepat Arupadhatu 1 maupun delapan penumpangnya.

Setelah operasi SAR ditutup, keluarga jurnalis dan awak kapal Speed Boat Arupadhatu 1 yang hilang kontak melaksanakan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Jumat (18/9).

Awak kapal dalam speedboat itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal; Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK); dan Heriyanto (49) selaku guide atau pemandu.

Dalam pernyataan resminya, organisasi profesional Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyatakan para jurnalis yang ada di dalam speedboat itu umumnya adalah para wartawan foto.

Adapun identitas profesional para jurnalis itu masing-masing adalah Bagus (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro (Pewarta Foto iNews.id), Firman (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas).

(vna/knf/dal)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |