Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pihaknya tidak akan membuka lagi operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang di Perairan Selat Sunda, sejak 7 September lalu.
Pernyataan ini disampaikan Amrad setelah satu jenazah kru kapal yang membawa rombongan jurnalis itu ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September dan baru teridentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban," kata Amrad dalam konferensi pers, Rabu (23/9).
Oleh karena itu, kata Amrad, sebagai tindak lanjut pihaknya telah menyebarkan e-broadcast dan maklumat pelayaran (mapel) untuk kapal-kapal yang melintas.
"Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut. Termasuk transpor-transportasi yang melintas wilayah sekitar lokasi kejadian" tutur dia.
Sebelumnya operasi SAR besar-besaran terhadap 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Lima jurnalis itu menaiki kapal Arupadhatu untuk meliput Gunung Anak Krakatau (GAK) yang erupsi.
Kapal itu hilang kontak di Selat Sunda setelah berangkat dari dermaga di Carita, Pandeglang, Senin (7/9). Selama 10 hari masa pencarian, tidak ada temuan yang mengarah terhadap penumpang kapal Arupadhatu 1 hingga akhirnya operasi ditutup.
Namun, pada hari kelima pencarian satu jenazah ditemukan di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu. Jenazah itu kemudian diperiksa lebih lanjut karena diduga terkait dengan rombongan jurnalis tersebut.
Dari hasil identifikasi, dipastikan jenazah tersebut adalah Surakman (60 tahun) yang merupakan kru kapal yang membawa rombongan jurnalis.
(dis/fra)

2 hours ago
1















































