Jasad ABK Kapal Bawa 5 Jurnalis Ditemukan, Keluarga Buka Suara

2 hours ago 1

Serang, CNN Indonesia --

Keluarga Surakman Meksi mengaku sedih namun sedikit terobati karena jenazah ABK kapal Arupadhatu 1 yang membawa 5 jurnalis dan hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda itu sudah ditemukan.

Anak mendiang Surakman, Yayat mengaku mendapat kabar penemuan jasad ayahnya di wilayah Enggano, Bengkulu, Selasa (22/9) malam. 

"Tadi malam dapat kabar," ujar Yayat singkat sambil menahan tangis di Polda Banten, Rabu, (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih kepada Basarnas Banten, Polda, Gubernur dan semua yang membantu pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu, terima kasih banyak," tambahnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Banten, Andra Soni meminta warga untuk mematuhi protokol soal pembatasan radius di sekitar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Meski saat ini statusnya sudah turun ke Level II atau Waspada, Andra menegaskan tetap dilarang mendekat dalam radius 2 kilometer demi menghindari lontaran material erupsinya.

"Masyarakat mengikuti protokol yang telah diatur oleh regulasi kita, bahwa saat erupsi, radius-radius tertentu tidak diperkenankan mohon untuk diikuti dan kita selalu menginformasikan kepada masyarakat," jelas Andra. 

Lebih lanjut, ia berharap tujuh korban kapal yang lain, termasuk 5 jurnalis segera bisa ditemukan. 

Di sisi lain, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan Tim SAR Gabungan belum bisa memastikan nasib tujuh korban lainnya.

"Bagaimana korban yang lain, saya belum tahu apakah mereka selamat atau enggak. Saya berdasarkan data-data yang ada seperti yang kita temukan sekarang," ujar Hengki.

Ia mengaku tidak ingin berandai-andai, termasuk soal dugaan kapal Arupadhatu 1 beserta penumpangnya terbawa arus hingga ke Australia.

"Kalau korban-korban yang lain atau yang belum ditemukan, ternyata mereka mungkin selamat, mungkin terbawa ke luar negeri, saya tidak tahu dan tidak saya jawab itu," terangnya.

Kepolisian juga masih belum bisa memastikan soal penyebab hilangnya kapal.

"Kepastian kapal itu tenggelam, terbakar, hilang, dan sebagainya, saya tidak menjawab itu," jelasnya.

(ynd/dal)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |