PUNCAK - Senyum merekah di Kampung Nungai, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Jumat (28/11/2025) pagi. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 732/Banau melalui Pos Jenggeren menghadirkan kehangatan melalui program "Banau Berbagi Jumat". Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari inisiatif SAHABAT BANAU, sebuah gerakan mulia yang bertujuan merajut tali persaudaraan dan menjaga kedamaian menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dipimpin langsung oleh Komandan Pos Jenggeren, Kapten Inf Mahfud Tanamal, para prajurit Banau menyapa warga dengan penuh keakraban. Paket makanan siap santap dibagikan satu per satu, tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga untuk anak-anak yang menyambutnya dengan tawa riang.

Lebih dari sekadar pembagian bantuan, momen ini dimanfaatkan oleh para prajurit untuk mendekatkan diri dengan warga. Dialog hangat terjalin, keluh kesah didengarkan, memperkuat ikatan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.
“‘Banau Berbagi Jumat’ ini bukan soal besar kecilnya bantuan. Nilai utamanya adalah niat tulus untuk berbagi kebahagiaan. Kami hadir sebagai saudara, bukan sekadar aparat. Semoga kehadiran kami membawa rasa damai dan berkah bagi warga Nungai, terutama menjelang Natal, ” ujar Kapten Inf Mahfud Tanamal.
Respon positif pun mengalir dari masyarakat. Bapak Alfonsius, salah seorang tokoh warga Kampung Nungai, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Kami sangat senang dan berterima kasih. Bapak-bapak TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli pada kebutuhan kami. Ini bukti bahwa TNI benar-benar hadir di hati rakyat, ” katanya penuh haru.
Mama Itibi, warga lainnya, turut merasakan kebahagiaan yang sederhana namun berarti bagi keluarganya.
“Anak-anak sangat senang dapat makanan hari ini. Terima kasih kepada Pak Danpos dan seluruh prajurit. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini sering dilakukan, ” tuturnya.
Program "Banau Berbagi Jumat" ini menjadi saksi nyata bahwa kehadiran TNI di tanah Papua melampaui tugas menjaga kedaulatan. Ini adalah tentang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, merawat solidaritas, dan menyebarkan keberkahan di tengah masyarakat perbatasan.


















































