TNI Bangun Keamanan Papua Lewat Obrolan Hangat di Serambi Rumah

3 days ago 3

INTAN JAYA - Di Kampung Dal, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, aroma keamanan tidak tercium dari derap langkah bersenjata, melainkan dari hangatnya obrolan di serambi rumah warga yang diiringi canda tawa. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 400/Banteng Raiders melalui Pos Dal, pada Kamis (27/11/2025), memilih jalur Komunikasi Sosial (Komsos) dari pintu ke pintu.

Ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan upaya mendalam untuk menyapa, mendengarkan denyut nadi kehidupan masyarakat pegunungan, dan memetakan aspirasi mereka terkait kebutuhan pangan, pendidikan, serta kendala layanan dasar yang masih menjadi tantangan di wilayah terpencil ini.

“Kami percaya, rasa aman itu tumbuh dari rasa saling kenal. Obrolan di ruang hidup warga memberi informasi yang lebih jernih dibanding di ruang formal, ” ujar Danpos Dal Letda Inf Prapdi, menjelaskan filosofi di balik pendekatan unik ini.

Pendekatan ini disambut baik oleh warga. Tokoh masyarakat Dal, Yunus Namiangge (48), merasakan dampak nyata dari kehadiran prajurit yang tidak hanya datang untuk memberi perintah, tetapi lebih kepada mendengarkan.

“Mereka datang bukan untuk bicara besar-besar, tapi dengar cerita kami yang kecil-kecil. Itu yang bikin kami percaya. TNI bikin kami lebih berani bicara soal masa depan, bukan soal takut, ” ungkap Yunus.

Senada dengan itu, Kepala Pustu Dal, Nakes Tabelak Wamena (35), melihat Komsos sebagai akselerator kerja tenaga kesehatan.

“Dari obrolan seperti ini kami bisa tahu siapa saja warga yang butuh vitamin tambahan, punya hipertensi, atau kesulitan akses transportasi. Kolaborasi semacam ini sangat membantu karena kami tenaga kesehatan di pedalaman serba terbatas, ” tuturnya.

Dari perspektif akademis, Dr. Yoanes Kitay (42), peneliti isu keamanan Papua Pegunungan dari Universitas Cenderawasih, menilai strategi Komsos informal ini sangat efektif di wilayah yang rentan terprovokasi oleh kelompok kriminal bersenjata.

“Pendekatan keseharian ini meruntuhkan jarak simbolik TNI–warga. Di daerah yang rentan kekosongan informasi, kedekatan emosional menjadi benteng pertama melawan narasi kekerasan, ” jelasnya.

Suasana penuh keceriaan terlihat saat anak-anak dan orang tua antusias menyiapkan hasil kebun sambil bercengkerama dengan para prajurit. Momen ini menjadi kontras dengan bayang-bayang kekhawatiran keamanan yang kerap menyelimuti wilayah tersebut.

Letda Prapdi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan Komsos menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Kami ingin memastikan perayaan Natal berjalan dalam suasana damai. Keamanan bukan hanya tugas kami, tapi milik bersama masyarakat Dal, ” pungkasnya.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Sekitar Pulau| | | |